Pabrik Sepatu Bata (BATA) Dikabarkan Tutup, Pengamat: Belum Tentu

AKURAT.CO PT Sepatu Bata Tbk, perusahaan sepatu yang telah lama menjadi bagian dari industri alas kaki di Indonesia, baru-baru ini membuat keputusan sulit dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 275 karyawan di pabrik mereka yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.
Menanggapi hal ini, Pengamat Pemasaran dan Managing Partner Inventure Yuswohady menilai kejadian ini tidak terlalu berdampak untuk Bata. Sebab, sebelumnya Bata juga sudah mengandalakan produksinya bukan hanya di Indonesia tapi juga melakukan import dan masih banyak lagi.
"Secara operasional tidak banyak pengaruh karena sebelumnya pun banyak mengandalkan impor jadi produksinya bisa dari mana saja. Seperti Nike tidak punya pabrik, jadi produksinya punya investor lokal, jadi tidak jawa pabrik itu punya partner," ungkap Yuswohady kepada Akurat.co, Selasa (6/5/2024).
Baca Juga: Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Resmi Tutup, Ternyata Ini Penyebabnya
Kemudian, ia menjelaskan Bata sendiri dalam 10 tahun terakhir telah banyak mengimpor sepatu-sepatunya. Namun, dengan berita pertama kali tentang penutupan pabrik karena permintaan yang sepi, artinya produknya juga sepi peminat atau tidak kompetitif, dan PHK besar-besaran menunjukkan bahwa citra perusahaan ini memburuk.
"Kalau brand-nya sehat seperti Nike, produknya produksi global jadi tidak ada masalah jika pabrik di Indonesia tutup. Contohnya, untuk pasar Indonesia produksinya dari Malaysia itu tidak ada masalah," tambahnya.
Namun, dalam kasus Bata, Yuswohady menyoroti bahwa brand ini sudah cukup lama eksis, distribusi ke generasi milenial pun terbatas, sehingga terlihat sebagai brand yang tidak relevan di mata mereka.
"Dalam mall sudah sepi pembeli, jadi masuk ke second city, masuk dalam kalangan bawah, brand tua, banyak PHK," jelasnya.
Menurut Yuswohady, orang saat ini juga melihat brand Bata ini semakin turun dan tidak mengikuti zaman. Apalagi, banyak produk lokal semakin bagus dan mengikuti zaman dan persaingannya semakin ketat.
Tentang kabar penutupan pabrik Bata, Yuswohady menegaskan bahwa hal tersebut belum tentu terjadi, terutama mengingat adanya ratusan gerai Bata yang tersebar di "second city".
Meski begitu, dampak besar dari kejadian ini adalah penurunan citra brand dan kegagalan dalam beradaptasi dengan pasar yang terus berkembang.
"Dan juga kalau di Purwokarta tutup, bisa jadi diambil dari impor China mungkin, jadi belum tentu pabrik Bata ini tutup," tuturnya.
Sebelumnya, PT Sepatu Bata Tbk telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 275 karyawan di pabrik mereka di Purwakarta, Jawa Barat.
Menurut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta, manajemen Bata memberi tahu mereka bahwa alasan di balik PHK tersebut adalah karena perusahaan mengalami kesulitan finansial dan minimnya pesanan.
Selain itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purwakarta Didi Garnadi, mengungkapkan bahwa sebelum pabrik ditutup secara resmi pada akhir Maret, Bata telah melaporkan rencana penghentian produksi di lokasi pabrik di Jalan Raya Cibening, Kecamatan Bungursari, Purwakarta.
Salah satu alasan utamanya adalah karena pabrik Bata tersebut mengalami kerugian selama empat tahun terakhir karena minimnya pesanan.
"Pada awal Mei 2024, kami menerima laporan terjadinya PHK, karena perusahaannya tutup," kata Didi, Minggu (5/6/2024), melansir Antara, Selasa (7/5/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








