Jokowi: Realisasi Impor Beras di Bawah 5 Persen Kebutuhan Nasional

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan realisasi impor beras saat ini belum mencapai 5% dari total kebutuhan nasional.
Hal tersebut disampaikan di sela kunjungan ke Kompleks Pergudangan Bulog Laende di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin, (13/5/2024).
"Enggak ada lima persen kita harus impor. Ada yang dari Vietnam, Thailand, ada yang darimana Pak? Kamboja, Pakistan, harus impor dari sana. Karena penduduk kita ini sekarang 280 juta orang, semuanya ingin. Nah itu tidak mudah," ujar Presiden Jokowi, dikutip Selasa (14/5/2024).
Dalam upaya menjaga harga beras tetap stabil bagi konsumen, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya impor beras. Namun demikian, kunjungan tersebut juga menandai komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan nasional serta penyaluran bantuan cadangan pangan kepada keluarga penerima manfaat.
Baca Juga: Pemerintah Batasi Kuota Impor Beras dan Sejumlah Komoditas Pangan, Lindungi Petani Lokal?
"Kita jaga harga beras itu enggak gampang. Kalau tinggi masyarakat pasti, ibu-ibu pasti (protes), tapi petani seneng, karena harganya naik tinggi gitu lho. Tapi kalau harga bisa saja kita tekan, impor banyak biar harga jadi murah, tapi petani ini rugi," tambahnya.
Sementara itu, distribusi bantuan beras 10 kilogram setiap bulan untuk keluarga penerima manfaat diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga.
Presiden juga menegaskan kelanjutan program ini hingga Juni, dengan harapan dapat diperpanjang hingga Desember, tergantung pada ketersediaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).
Meskipun Indonesia menghadapi kenaikan harga beras, harga di pasar domestik relatif stabil dibandingkan dengan negara lain yang mengalami kenaikan hingga 50%. Namun, tantangan tetap ada dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi konsumen.
Data terakhir menunjukkan bahwa dari total kebutuhan beras di Indonesia pada 2024 sebesar 31,2 juta ton, realisasi impor baru mencapai 4,1%. Dengan realisasi importasi mencapai 1,3 juta ton dari kuota total 3,6 juta ton, tantangan dalam memenuhi kebutuhan beras nasional tetap menjadi fokus utama pemerintah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









