AKURAT.CO Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Jin Zhuanglong menegaskan bahwa negaranya saat ini sedang mempertimbangkan berbagai upaya untuk mendorong industrialisasi baru dengan laju yang lebih cepat guna memberikan dukungan yang solid bagi kemajuan modernisasi China.
Tak hanya itu saja, negara tersebut pun dikabarkan akan mempercepat pembangunan sistem industri modern dengan manufaktur canggih sebagai pilar utamanya, mendorong integrasi yang lebih dalam antara ekonomi riil dan ekonomi digital.
"Semuanya akan disempurnakan melalui ketahanan dan keamanan rantai industri dan pasokan, serta mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang berkualitas tinggi," paparnya melalui lansiran Xinhua, Senin (2/9/2024).
Lebih lanjut dirinya menegaskan China akan segera melakukan peningkatan teknologi besar-besaran dan menjalankan proyek-proyek pembaruan peralatan skala besar di sektor manufaktur, serta meningkatkan daya saing seluruh rantai industri di sejumlah area, seperti kendaraan energi baru terkoneksi pintar dan baterai lithium.
"Berbagai mesin pertumbuhan baru seperti biomanufaktur, industri kedirgantaraan komersial, dan ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy), serta bidang-bidang baru termasuk robot humanoid, jaringan 6G, dan manufaktur level atom (atomic-level manufacturing) akan dikembangkan," tegasnya.
Sedangkan untuk Industri Digital, paparnya, pihaknya berhasil membukukan total pendapatan hingga CNY32,5 triliun atau sekitar USD4,57 triliun pada 2023, Oleh karena itu, percepatan transformasi digital dalam industri manufaktur, mendorong industrialisasi baru yang difasilitasi oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta mengembangkan industri-industri teknologi informasi generasi baru di berbagai bidang seperti sirkuit terpadu (integrated circuit/IC), perangkat lunak industri, dan internet satelit.
"China akan mendorong pembangunan industri informasi dan komunikasi yang berkualitas tinggi, antara lain dengan mendorong pengaplikasian 5G, jaringan optik gigabita, dan Internet of Things (IoT) seluler," ungkapnya.
Meskipun begitu, dalam rangka membangun sistem industri skala besar, komprehensif, dan kompetitif, dampak buruk dari berbagai perubahan di lingkungan eksternal semakin meningkat. Masalah-masalah seperti teknologi utama dan inti yang dikendalikan oleh pihak lain dan fondasi industri yang lemah juga belum diselesaikan secara fundamental..
Dirinya menyebutkan adanya urgensi untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan rantai industri dan pasokan. China akan mempercepat berbagai upaya untuk membangun rantai industri dan pasokan yang independen dan terkendali di bidang-bidang utama seperti sirkuit terpadu dan peralatan medis, tutur Jin.
Sejauh ini, China telah membina 12.000 perusahaan "raksasa kecil", yang mengacu pada elite-elite baru UKM negara itu yang bergerak di bidang manufaktur, mengkhususkan diri pada segmen pasar ceruk (niche market), dan mengandalkan teknologi mutakhir.
"Berbagai mesin pertumbuhan baru seperti biomanufaktur, industri kedirgantaraan komersial, dan ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy), serta bidang-bidang baru termasuk robot humanoid, jaringan 6G, dan manufaktur level atom (atomic-level manufacturing) akan dikembangkan," tegasnya.
Sedangkan untuk Industri Digital, paparnya, pihaknya berhasil membukukan total pendapatan hingga CNY32,5 triliun atau sekitar USD4,57 triliun pada 2023, Oleh karena itu, percepatan transformasi digital dalam industri manufaktur, mendorong industrialisasi baru yang difasilitasi oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta mengembangkan industri-industri teknologi informasi generasi baru di berbagai bidang seperti sirkuit terpadu (integrated circuit/IC), perangkat lunak industri, dan internet satelit.
"China akan mendorong pembangunan industri informasi dan komunikasi yang berkualitas tinggi, antara lain dengan mendorong pengaplikasian 5G, jaringan optik gigabita, dan Internet of Things (IoT) seluler," ungkapnya.
Meskipun begitu, dalam rangka membangun sistem industri skala besar, komprehensif, dan kompetitif, dampak buruk dari berbagai perubahan di lingkungan eksternal semakin meningkat. Masalah-masalah seperti teknologi utama dan inti yang dikendalikan oleh pihak lain dan fondasi industri yang lemah juga belum diselesaikan secara fundamental..
Dirinya menyebutkan adanya urgensi untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan rantai industri dan pasokan. China akan mempercepat berbagai upaya untuk membangun rantai industri dan pasokan yang independen dan terkendali di bidang-bidang utama seperti sirkuit terpadu dan peralatan medis, tutur Jin.
Sejauh ini, China telah membina 12.000 perusahaan "raksasa kecil", yang mengacu pada elite-elite baru UKM negara itu yang bergerak di bidang manufaktur, mengkhususkan diri pada segmen pasar ceruk (niche market), dan mengandalkan teknologi mutakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










