KKP Tingkatkan Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut RI
Demi Ermansyah | 20 Desember 2024, 22:21 WIB

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut Indonesia. Pada tahun 2024, efektivitas pengelolaan kawasan konservasi telah mencapai 17,8 juta hektare (ha), meliputi 117 kawasan, termasuk 13 kawasan dengan status GOLD.
Kawasan dengan status GOLD memiliki parameter pengelolaan yang sangat baik, dengan nilai di atas 85%. Hal ini menunjukkan pengelolaan kawasan dilakukan secara berkelanjutan, dari hulu hingga hilir.
"Status GOLD ini membuktikan bahwa kualitas pengelolaan kita semakin baik dan berkelanjutan," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Victor Gustaaf Manoppo, dalam konferensi pers akhir tahun KKP 2024, Jumat (20/12/2024).
Capaian ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2023, di mana efektivitas pengelolaan hanya mencapai 15,8 juta ha dengan 98 kawasan, termasuk 7 kawasan GOLD.
Victor juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi laut. Sepanjang tahun 2024, KKP berhasil membentuk 21 Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK), melampaui target awal sebanyak 20 kelompok.
"Partisipasi masyarakat sekitar sangat penting. Mereka membantu menjaga kawasan konservasi tetap berkualitas dan berkelanjutan," ujarnya.
Kelompok KOMPAK berperan aktif dalam menjaga ekosistem laut dan memastikan manfaat kawasan konservasi dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Victor berharap, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini terus diperkuat untuk mencapai tujuan konservasi yang lebih luas.
Dengan capaian ini, KKP menunjukkan keseriusan dalam menjaga kelestarian laut Indonesia. Selain memperluas wilayah konservasi, langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dan melibatkan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Ke depan, pemerintah akan terus memperbaiki kualitas kawasan konservasi agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi ekosistem dan masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









