AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perikanan, khususnya pada industri pembekuan tuna.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan mutu produk, efisiensi proses produksi, serta pemenuhan standar internasional agar ekspor perikanan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, I Nyoman Radiarta, mengatakan penguatan kompetensi dilakukan melalui pelatihan peningkatan kapasitas pekerja pembekuan ikan tuna yang digelar di Bali. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menggandeng Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah peningkatan standar kompetensi tenaga kerja sektor pengolahan tuna, salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia,” ujar Nyoman dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Menurut Nyoman, peningkatan kualitas SDM merupakan faktor kunci dalam menjaga mutu produk perikanan nasional. Dengan tenaga kerja yang kompeten, produk tuna Indonesia diharapkan mampu memenuhi persyaratan pasar internasional yang semakin ketat.
Sebagai bagian dari program tersebut, BPPSDMKP KKP melalui Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) menjalin sinergi dengan DFW Indonesia. Pelatihan ini difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi.
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari 15 perusahaan pengolahan tuna di kawasan Benoa, Bali. Para peserta merupakan pekerja yang terlibat langsung dalam proses pembekuan dan pengolahan tuna untuk tujuan ekspor.
Nyoman menjelaskan, pelatihan ini juga merupakan implementasi dari kerja sama yang telah terjalin sejak 28 Agustus 2024. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas dan sertifikasi tenaga kerja di sektor pengolahan tuna.
“Ini merupakan komitmen BPPSDMKP KKP dalam mendukung industri perikanan nasional yang berkelanjutan,” tegas Nyoman.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kinerja ekspor perikanan Indonesia menunjukkan tren positif dalam empat tahun terakhir. Komoditas tuna, tongkol, dan cakalang menjadi kontributor utama dalam ekspor perikanan nasional.
“Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi aspek penting untuk menjaga mutu dan memenuhi standar ekspor,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Puslat KP BPPSDMKP KKP, Lilly Aprilya Pregiwati, menekankan pentingnya kualitas SDM dalam menjaga konsistensi mutu produk. Menurutnya, industri tuna dihadapkan pada tuntutan standar internasional yang terus meningkat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi teknis, mulai dari sanitasi dan higienitas produksi, penanganan bahan baku, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), proses pembekuan, hingga teknik pengemasan produk tuna beku.
“Pekerja di lini produksi harus memiliki keterampilan teknis, pengetahuan sanitasi, serta pemahaman tentang keselamatan kerja agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar global,” kata Lilly.
Direktur Program DFW Indonesia, Imam Trihatmadja, menilai pelatihan ini sebagai langkah awal dalam mencetak tenaga pengolah tuna yang kompeten dan profesional. Dirinya berharap program tersebut dapat membuka peluang jenjang karier yang lebih baik bagi para pekerja.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan bagian integral dari transformasi industri perikanan nasional. SDM yang unggul dinilai menjadi kunci keberhasilan industri tuna sekaligus penguatan daya saing ekspor Indonesia dalam mendukung visi ekonomi biru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










