AKURAT.CO Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan bahwa penyusunan neraca komoditas harus menjadi hasil kesepakatan bersama. Menurutnya, tidak boleh ada satu pihak yang mengambil keputusan sepihak tanpa koordinasi dengan pihak lain.
"Neraca komoditas ini konsep yang baik, tapi jangan sampai ada satu menteri, satu lembaga, atau individu yang menentukan sendiri tanpa melibatkan semua pihak. Tidak bisa sembarangan, harus ada kesepahaman bersama," ujar Sudaryono saat menghadiri acara Evaluasi dan Perubahan Neraca Komoditas (NK) Tahun 2025 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenkopangan), Graha Mandiri, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Menurut Sudaryono, neraca komoditas mencakup berbagai aspek penting dalam sektor pangan seperti produksi pertanian, serapan pasar, perdagangan, hingga hilirisasi. Semua elemen ini harus dianalisis secara menyeluruh agar keseimbangan antara produksi dan kebutuhan masyarakat dapat tercapai.
"Setiap sektor memiliki perannya masing-masing dalam menjaga keseimbangan komoditas. Makanya, semua pihak harus ikut serta dalam prosesnya, supaya hasilnya benar-benar akurat dan bermanfaat bagi masyarakat luas," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam menyusun neraca komoditas, keputusan tidak boleh diambil berdasarkan kepentingan satu pihak saja, melainkan harus mempertimbangkan kebutuhan nasional secara menyeluruh. Jika ada ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan, maka akan berdampak langsung pada harga dan ketersediaan barang di pasar.
Lebih lanjut, Sudaryono menekankan bahwa neraca komoditas berperan penting sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan pangan nasional. "Dengan adanya sistem ini, setiap kebijakan yang dibuat menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pasar," paparnya.
Ia mencontohkan bahwa jika neraca komoditas menunjukkan adanya kelebihan produksi di suatu sektor, maka pemerintah dapat merancang kebijakan untuk mendorong ekspor atau mempercepat distribusi dalam negeri.
"Sebaliknya, jika terjadi defisit komoditas tertentu, maka pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk menambah pasokan atau mencari solusi lainnya agar tidak terjadi kelangkaan," paparnya kembali.
"Ini bukan sekadar angka-angka di atas kertas, tapi menjadi panduan nyata dalam menyusun kebijakan pangan. Dengan begitu, kita bisa menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan masyarakat," lanjutnya.
Melalui pendekatan yang melibatkan berbagai sektor dan pihak terkait, Sudaryono berharap neraca komoditas dapat menjadi alat yang efektif dalam memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









