Perang Dagang Trump Bikin pasar Properti London Gonjang-Ganjing

AKURAT.CO Ketegangan geopolitik akibat perang dagang yang dipicu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai merembet ke sektor properti, dengan pasar perumahan London disebut sebagai wilayah paling rentan di Inggris.
Dimana Agen properti memperingatkan bahwa dampak dari tarif perdagangan global yang meningkat bisa menjadi pukulan telak bagi kota yang sudah menghadapi pelemahan permintaan pembeli sejak tahun lalu.
Dikutip dari laman TheEconomics, situs jejaring properti Rightmove melaporkan bahwa harga permintaan rumah di London hanya naik tipis 0,5% pada April 2025 menjadi EUR699.200 atau sekitar USD912.950.
Baca Juga: Negosiasi Tarif Trump, 3 Menteri Prabowo Bakal Terbang ke AS
Angka ini menunjukkan stagnasi, apalagi jika dibandingkan dengan lonjakan harga nasional sebesar 1,4% pada periode yang sama.
“London adalah satu-satunya wilayah di Inggris yang mencatat lebih sedikit permintaan pembeli dibanding tahun sebelumnya,” kata analis properti di Rightmove, Colleen Babcock.
Kekhawatiran ini muncul setelah pengumuman tarif besar-besaran oleh AS pada 2 April lalu, yang diprediksi akan memperlambat permintaan global dan memperburuk ketidakpastian ekonomi dunia.
London, yang selama ini menjadi magnet bagi investor asing terutama di kawasan elite seperti Chelsea, Mayfair, dan Knightsbridge, disebut sangat rentan karena bergantung pada dana asing.
“Pasar properti London lebih terpapar pada turbulensi pasar global dibanding wilayah lain di Inggris," lanjut Babcock.
Baca Juga: Hadapi Tarif Trump, Airlangga: RI Bakal Beli Barang dari AS Sesuai Kebutuhan
Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS) juga memperkuat kekhawatiran tersebut. Dalam laporan terbarunya, pengukur permintaan pembeli jatuh ke level terendah sejak September 2023.
Hal ini mengindikasikan adanya keraguan investor terhadap stabilitas jangka panjang pasar properti Inggris.
Namun demikian, di luar London, pasar perumahan nasional justru menunjukkan performa lebih stabil. Harga permintaan secara nasional naik menjadi EUR377.182 pada April, dengan jumlah rumah yang tersedia untuk dijual mencapai titik tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Para agen berharap penurunan suku bunga dari Bank of England dalam waktu dekat dapat meredam tekanan ekonomi global.
Tetapi mereka tetap waspada terhadap efek lanjutan dari perang dagang yang bisa meluas ke pasar kredit dan sektor konsumen lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







