AKURAT.CO PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menekankan pentingnya membangun budaya kerja berkelanjutan dan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam dunia ketenagakerjaan.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyatakan bahwa meski baru berdiri secara resmi pada 2023, PLN EPI telah menjalankan berbagai inisiatif untuk membangun tata kelola yang inklusif dan berorientasi keberlanjutan.
"Kami mengelola seluruh kebutuhan energi primer PLN Grup, mulai dari batubara, gas, BBM, hingga biomassa. Semua diarahkan mendukung transisi energi dan pencapaian Net Zero Emissions 2060," jelas Mamit dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/5/2025).
Baca Juga: PLN EPI Bangun Infrastruktur LNG di Klaster Nias
Ia menambahkan, PLN EPI membentuk Direktorat khusus biomassa dan mendorong substitusi batubara dengan cofiring berbasis limbah organik.
Selain itu, penguatan budaya kerja internal dilakukan melalui integrasi nilai AKHLAK, pelatihan lintas unit, serta keterlibatan pegawai dalam program sosial Employee Volunteering Program (EVP), seperti donor darah, penanaman mangrove, dan Jumat Berkah.
"Target kami bukan hanya efisiensi operasional, tapi juga menciptakan happy workplace. Kami punya daycare, ruang laktasi, dan engagement score kami tahun lalu mencapai 80,58," ujarnya.
Di sisi lain, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menyoroti pentingnya kolaborasi dan pendekatan dialog sosial dalam menyelesaikan isu-isu ketenagakerjaan.
"Kita tak bisa terus menggunakan pendekatan naming and shaming. Perlu ruang dialog yang sehat agar pekerja merasa aman dan mau terlibat dalam serikat," ungkapnya.
Elly juga menyinggung tantangan ketimpangan kapasitas antara serikat pekerja dan pengusaha dalam hal riset dan pelaporan publik.
"Buruh sering kalah dalam narasi karena tidak punya akses pendanaan untuk membuat kajian. Padahal banyak praktik baik di lapangan yang tidak terdokumentasikan," jelasnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi inisiatif Perusahaan-perusahaan, seperti PLN EPI yang membuka ruang kolaborasi dan melibatkan pekerja dalam proses pengambilan kebijakan.
"Kami ingin hadir bukan sekadar menuntut, tapi juga memberi kontribusi untuk keberlangsungan bisnis," tukas Elly.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










