Bupati Solok Selatan Lapor Ke Presiden Prabowo: PLTP Muara Laboh Sumbang PAD Rp30 Miliar per Tahun

AKURAT.CO Bupati Solok Selatan Khairunas melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Tahap I di Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat, berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp30 miliar.
“Proyek PLTP tersebut membawa dampak signifikan bagi daerah. Selain memperkuat sistem ketenagalistrikan, keberadaan PLTP juga berkontribusi terhadap PAD hingga Rp30 miliar per tahun pada tahap awal. Kami mohon dukungan Bapak Presiden untuk kelanjutan tahap ketiga pada 2030,” ungkap Khairunas saat menghadiri Peresmian Pembangunan dan Pengoperasian EBT di 15 Provinsi, belum lama ini.
Bupati menyebut potensi panas bumi di PLTP tersebut sebesar 310 megawatt (MW). “Tahap pertama sebesar 36 MW telah beroperasi, tahap kedua sebesar 80 MW sedang berjalan,” katanya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan PLTP Kapasitas 55 MW di Lampung
Bupati menambahkan, proyek panas bumi ini telah menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan. “Sebanyak 87% pekerja merupakan putra daerah dari Solok Selatan. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Menurut Khairunas, investasi yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp7 triliun, yang dinilai sangat berarti bagi percepatan pembangunan di Sumatera Barat, khususnya di Solok Selatan.
Lebih lanjut, menurut Bupati, listrik yang sudah mengalir membawa dampak besar bagi kesejahteraan dan kehidupan masyarakat. “Kehadiran PLTP meningkatkan kualitas hidup warga, terutama anak-anak yang bisa belajar di malam hari,” ujarnya.
Menurutnya, ketersediaan listrik 24 jam juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik berbasis teknologi, termasuk di sektor kesehatan. “Ini bukan perubahan kecil, tapi lompatan besar bagi kami,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijak agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Kita patut bersyukur karena Indonesia memiliki sumber energi yang luar biasa, termasuk energi terbarukan. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, transisi energi yang saat ini sedang dijalankan bukan sekadar upaya menuju kemandirian energi nasional, tetapi juga langkah strategis untuk menciptakan efisiensi biaya, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peresmian PLTP ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia sedang menuju kemandirian energi. Kita harus berdiri di atas kaki sendiri, dan mampu menyediakan energi untuk rakyat secara efisien dan ekonomis,” tegasnya.
Presiden juga menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sektor energi akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masa depan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








