AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk memperkuat hubungan dagang dengan Uganda melalui peningkatan ekspor sejumlah komoditas unggulan.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag,) Dyah Roro Esti Widya Astuti menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar, sekaligus mengatasi defisit neraca perdagangan yang masih terjadi antara kedua negara.
"Kalau dari kita, ada stainless steel, vegetable oil, sama kaca, itu juga merupakan beberapa komoditas yang selama ini kita ekspor ke sana," ujar Roro dalam gelaran Uganda-Indonesia Business Forum yang berlangsung di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, neraca dagang Indonesia dengan Uganda masih berada pada posisi defisit. Pada kuartal pertama 2025, nilai impor Indonesia dari Uganda tercatat sebesar USD44,3 juta atau setara dengan Rp720,2 miliar. Impor tersebut didominasi oleh komoditas seperti biji kokoa dan kulit domba yang diolah.
Sementara itu, ekspor Indonesia ke Uganda pada periode yang sama baru mencapai USD8,4 juta atau sekitar Rp136 miliar. Meski terjadi ketimpangan nilai perdagangan, pemerintah melihatnya sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menggali potensi ekspor lainnya yang masih belum tergarap secara optimal.
"Ini menjadi tantangan tentunya, namun kalau kita melihatnya, oportunitas. Jadi, ini kesempatan untuk kita memahami lebih dalam lagi potensi yang kita miliki untuk diekspor ke Uganda," kata Roro.
Salah satu strategi utama yang ditekankan oleh Wamendag Roro adalah keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ekspor.
Ia menyebut, kontribusi UMKM terhadap ekspor Indonesia saat ini masih berada di angka 15,7% dan perlu terus ditingkatkan agar bisa menopang target pertumbuhan ekspor nasional sebesar 9% dalam lima tahun ke depan.
Menurutnya, dengan mendorong UMKM untuk menembus pasar global, Indonesia tak hanya memperluas jangkauan produk dalam negeri, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing.
"Jadi sekarang, bagaimana kita bisa semakin mendorong agar UMKM kita itu bisa mendunia. Ini merupakan salah satu target utama kita di Kementerian Perdagangan," tutur Roro.
Pemerintah pun membuka berbagai program pendampingan dan fasilitasi untuk membantu UMKM memahami pasar ekspor, mulai dari pelatihan, pameran internasional, hingga kemudahan pembiayaan.
Diharapkan, UMKM tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain utama dalam aktivitas perdagangan lintas negara.
Selain itu, Roro menekankan pentingnya diplomasi ekonomi yang lebih aktif di kawasan Afrika, termasuk Uganda, yang memiliki pasar potensial namun belum sepenuhnya dimaksimalkan oleh pelaku ekspor Indonesia.
Hubungan dagang non-tradisional ini dinilai bisa menjadi alternatif di tengah ketidakpastian pasar global dan perlambatan ekonomi di negara-negara maju.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










