AKURAT.CO Pengerjaan desain detail atau front end engineering design(FEED) untuk proyek Lapangan Abadi di Blok Masela resmi dimulai. Adapun, produksi Liquefied Natural Gas (LNG) dari Blok Masela akan dijual ke pasar dalam dan luar negeri.
Adapun, Proyek Abadi Blok Masela diproyeksikan mampu memproduksi gas bumi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 150 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD), dan 35 ribu barel kondensat per hari.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut bahwa LNG dari Blok Masela akan diperuntukan untuk industri dalam negeri dan sudah dipetakan siapa saja off taker atau yang akan membeli produk tersebut.
Baca Juga: Benarkah Pasokan BBM Langka di SPBU BP dan Shell? Ini Kata ESDM
“Jadi untuk kebutuhan industri di dalam negeri ini kita sudah memetakan, ini untuk off taker di dalam negeri itu siapa saja,” kata Yuliot di Hotel Mulia, Kamis (28/8/2025).
Yuliot menambahkan, untuk off taker dalam negeri sudah dipetakan langsung oleh pihak Satuan Kerja KhususPelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Off takernya di dalam negeri di antaranya adalah untuk Pupuk, kemudian itu ada industri, ada PLN,” tambahnya.
Meski begitu, Yuliot menyebut pihaknya tidak membantah akan ada LNG dari Blok Masela yang dijual keluar negeri atau ekspor.
Hal ini, kata Yuliot bisa terjadi jika off taker di dalam negeri terbatas. Namun, kemana LNG tersebut akan diekspor akan menunggu analisis langsung dari pihak INPEX
“Jadi untuk ekspor, ya kita juga nanti dari INPEX sendiri akan melihat potensi buyer yang ada dari luar,” ujar Yuliot.
Baca Juga: ESDM Tegaskan Izin Ekspor Freeport Tak Akan Diperpanjang Lagi
Sementara itu, Presiden & CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda menegaskan produksi LNG di Abadi Blok Masela tidak hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, tetapi juga pasar ekspor di Asia.
Untuk pasar ekspor Ueda menyebut Jepang sebagai negara asal Inpex merupakan prioritas penerima, di samping itu terdapat pula permintaan dari China, Korea dan Taiwan.
”Kami memahami bahwa terdapat beragam kebutuhan di Indonesia seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi di negara ini, dan hal tersebut menjadi potensi pelanggan pertama kami. Kedua, tentu saja Jepang. Kita tahu bahwa Jepang membutuhkan pasokan energi yang stabil,” tutur Ueda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









