AKURAT.CO Bagi diaspora Indonesia, rasa rindu kampung halaman kerap terobati lewat sepiring nasi goreng ala rumah atau sate yang bumbunya mengingatkan suasana kaki lima.
Kerinduan itu kini berusaha dijembatani lewat program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA), sebuah inisiatif yang menghadirkan kuliner autentik Nusantara ke berbagai penjuru dunia.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, S’RASA tidak hanya menjadi wadah pelestarian cita rasa khas Indonesia, tetapi juga sarana diplomasi budaya.
Baca Juga: UMKM Pangan Naik Kelas, Masuk Ritel Modern Lewat Program Kemendag
“Restoran Indonesia di luar negeri akan dilibatkan. Kurasi awal dilakukan di lima kota di lima negara. S’RASA ingin menampilkan Indonesia melalui kuliner, dengan standar dan konsep yang dikawal ahli kuliner,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Program ini digagas oleh enam kementerian yang bersinergi menghadirkan representasi kuliner Indonesia secara konsisten di luar negeri. Restoran yang tergabung dalam S’RASA akan memperoleh dukungan berupa pasokan bumbu asli Nusantara hingga bantuan pembiayaan, sehingga mampu menjaga keaslian rasa dalam setiap hidangan.
Sebagai tahap awal, program akan diuji coba di lima kota dunia, yakni London (Inggris), Tokyo (Jepang), Sydney (Australia), Amsterdam (Belanda), dan New York (Amerika Serikat). Pemilihan restoran serta pemasok bumbu dilakukan melalui seleksi terbuka oleh para profesional kuliner, dengan syarat utama: menyajikan masakan khas Indonesia dengan cita rasa autentik.
Bagi diaspora, keberadaan restoran S’RASA bisa menjadi obat rindu. Mereka tak perlu menunggu pulang ke Tanah Air untuk menikmati masakan Nusantara. Sepiring rendang atau semangkuk soto betawi di restoran S’RASA akan menjadi penghubung emosional dengan kampung halaman.
Namun, program ini tidak hanya menyasar diaspora. S’RASA juga ditujukan untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara kepada masyarakat mancanegara.
“Melalui pengalaman mencicipi hidangan, kita ingin menarik masyarakat dunia agar mengenal budaya Indonesia secara langsung,” kata Budi Santoso.
Baca Juga: Kemendag Sita 19.391 Bal Pakaian Bekas Impor Senilai Rp112,3 Miliar di Jabar
Strategi ini merupakan bentuk gastrodiplomasi, yakni diplomasi budaya melalui makanan. Pemerintah berharap, diaspora yang kerap menikmati hidangan di restoran Indonesia akan turut mengajak teman, kolega, hingga keluarga mereka dari berbagai negara untuk mencicipi kekayaan rasa Nusantara.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Inggris, Irlandia, dan International Maritime Organization (IMO) Desra Percaya optimistis program ini akan memperkuat kehadiran kuliner Indonesia di dunia.
“Sajian S’RASA hadir dengan standardisasi autentikasi cita rasa kuliner Indonesia di berbagai restoran luar negeri,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, cita rasa Nusantara tidak lagi terikat jarak. S’RASA menjadi jembatan rasa yang menghubungkan Indonesia dengan dunia: mengobati kerinduan diaspora sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










