AKURAT.CO Perum BULOG memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman. Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan saat ini cadangan beras mencapai 3,9 juta ton dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga panen raya yang diperkirakan berlangsung dua bulan mendatang.
Rizal menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di seluruh wilayah. Salah satunya dengan menyalurkan beras ke 214 kabupaten/kota yang tercatat mengalami kenaikan inflasi berdasarkan evaluasi pemerintah.
“Pada hari pertama penyaluran saja sudah terdistribusi hampir 10 ribu ton beras. Hingga saat ini angka itu terus bertambah, dengan rata-rata penyaluran mencapai lebih dari 7 ribu ton per hari,” jelas Rizal di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Dirinya menambahkan, ratusan kabupaten/kota tersebut menjadi prioritas distribusi beras, baik melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun penyaluran beras komersial. Dengan skema ini, Rizal optimistis masyarakat tetap mendapat akses beras dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Bulog Pastikan Kualitas Beras SPHP Terjamin
Sebagai contoh, Rizal menyinggung tantangan distribusi yang sempat terjadi di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Daerah tersebut hanya mengandalkan transportasi sungai, sehingga pengiriman sempat terganggu ketika debit air menurun.
“Meski ada kendala, tim BULOG bersama pemerintah daerah tetap melakukan operasi khusus agar suplai beras tidak terhenti,” katanya.
Lebih lanjut, Rizal menegaskan kondisi stok nasional berada di level aman. Dengan 3,9 juta ton beras di gudang, ditambah perkiraan serapan hasil panen sebesar 1 juta ton pada musim panen mendatang, ketersediaan dipastikan cukup. “Cadangan ini bahkan melebihi kebutuhan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Dalam rangka menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat, BULOG juga melaksanakan gerakan pasar murah secara serentak. Pada kegiatan tersebut, setiap kecamatan mendapat pasokan sekitar 7 ton beras. Dengan rata-rata 10 hingga 15 desa per kecamatan, masing-masing desa memperoleh distribusi berkisar 500 hingga 700 kilogram.
Terkait isu yang menyebut adanya 300 ribu ton beras berpotensi disposal, Rizal menegaskan bahwa BULOG memiliki standar pemeliharaan yang ketat. Ia menyatakan gudang penyimpanan rutin menjalani perawatan harian, bulanan, hingga semesteran.
Selain itu, proses pengemasan dilakukan dengan standar mutu tinggi agar beras tetap bersih, tidak berbau, dan layak konsumsi. “Untuk membuktikan hal itu, Jumat nanti kami akan mengundang rekan media meninjau langsung gudang BULOG. Di sana dapat dilihat bagaimana sistem pemeliharaan dijalankan,” tutur Rizal.
Dirinya menegaskan komitmen BULOG untuk selalu bekerja profesional dan mengutamakan kepentingan masyarakat. “Semua prosedur kami jalankan dengan disiplin agar beras yang disalurkan merupakan beras terbaik,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










