Garuda Indonesia Tambah 7 Armada Baru Hingga Akhir 2025

AKURAT.CO PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) berencana menambah 7 armada pesawat lagi hingga akhir tahun 2025.
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat jaringan penerbangan dan armada sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang.
Reza menyampaikan dua langkah utama yang saat ini dijalankan perusahaan. Pertama, Garuda melakukan rasionalisasi jaringan rute melalui evaluasi berkala untuk memastikan operasional tetap fokus pada rute-rute dengan kontribusi positif.
Baca Juga: Pembelian 50 Pesawat Boeing dari AS Mampu Bangkitkan Lagi Garuda Indonesia
“Yang kedua, penambahan armada secara bertahap guna meningkatkan kapasitas produksi dan menangkap potensi pertumbuhan market dengan target di akhir tahun 2025 ini sejumlah 7 pesawat tambahan,” kata Reza saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR, Senin (22/9/2025).
Adapun, Reza menuturkan hingga Agustus 2025 Garuda Indonesia telah menambah 5 armada baru, sehingga kini pesawat yang dimiliki oleh Garuda mencapai 78 armada.
Dengan adanya rencana penambahan 7 armada lagi di akhir tahun, Reza menyebut hal ini adalah penambahan terbesar sejak adanya pandemi Covid-19.
“Dan ini merupakan penambahan pesawat terbanyak Garuda Indonesia pasca pandemi (Covid-19),” ujarnya.
Baca Juga: Mantap! Danantara Resmi Suntik Rp6,65 Triliun ke Garuda Indonesia
Sementara itu, Reza menuturkan industri transportasi udara nasional diproyeksikan terus tumbuh positif tahun ini, dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 105 juta orang.
PT Garuda Indonesia, kata Reza menargetkan dapat melayani 12,2 juta penumpang sepanjang 2025.
“Garuda Indonesia menargetkan akan melayani 12,2 juta penumpang tahun ini atau setara dengan market share 11,6%,” tutur Reza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









