Akurat
Pemprov Sumsel

MotoGP Mandalika 2025 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Catat Penyelenggaraan Terbaik!

Oktaviani | 5 Oktober 2025, 11:29 WIB
MotoGP Mandalika 2025 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Catat Penyelenggaraan Terbaik!

AKURAT.CO Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat rekor sebagai penyelenggaraan terbaik sejak pertama kali digelar.

Standar pelaksanaan meningkat signifikan, baik dari sisi teknis, pelayanan penonton, hingga dukungan infrastruktur dan budaya lokal.

Antusiasme publik terhadap balapan kali ini sangat tinggi. Tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika mencapai 100 persen penuh, bahkan melebihi kapasitas tersedia.

Data Dinas Pariwisata NTB mencatat rata-rata tingkat hunian hotel di seluruh Pulau Lombok mencapai 93 persen, dengan Kota Mataram 90 persen, dan The Mandalika 100 persen.

Angka ini menegaskan besarnya minat penonton dari dalam dan luar negeri sekaligus memperlihatkan dampak ekonomi positif bagi sektor pariwisata NTB—mulai dari industri perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal.

Untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan, sejumlah maskapai menambah 44 penerbangan ekstra (extra flight)menuju Lombok.

Tambahan penerbangan terdiri dari Garuda Indonesia (18 penerbangan), Citilink (10), AirAsia (8), Pelita Air (2), dan Wings Air (6).

Langkah ini memperkuat peran MotoGP sebagai penggerak mobilitas wisatawan dan akselerator pertumbuhan pariwisata NTB.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI Kawal Kekayaan Alam Indonesia dari Pencurian dan Eksploitasi Asing

Lebih dari sekadar kompetisi motorsport, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi ruang pertemuan budaya yang menampilkan kearifan lokal masyarakat Sasak.

Sejak kedatangan pembalap dan penonton, mereka disambut dengan atraksi budaya, kuliner khas, hingga kerajinan lokal.

Seluruh rangkaian kegiatan menghadirkan nuansa otentik Lombok Tengah yang memperkaya pengalaman sportainment kelas dunia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 tidak hanya menjadi ajang balap motor bergengsi, tetapi juga momentum penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya Indonesia.

“Tahun ini menjadi penyelenggaraan terbaik, ditandai dengan okupansi hotel di kawasan Mandalika yang mencapai 100 persen, serta kerja sama berbagai pihak untuk menambah penerbangan karena tingginya minat penonton,” ujar Maya.

Ia menambahkan, ajang ini memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya dan kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam kegiatan olahraga internasional, memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sports and entertainment tourism yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Troy Warokka, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 menjadi yang terbaik. Pertamina Mandalika International Circuit kembali meraih Homologasi Grade A dari FIM, menegaskan sirkuit ini telah memenuhi standar tertinggi dunia dan sejajar dengan sirkuit ikonik global,” ungkapnya.

Baca Juga: TNI Harus Siap Korbankan Segalanya demi Keselamatan Bangsa

Menurut Troy, pencapaian ini bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat Lombok dan NTB melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta reputasi Indonesia di mata internasional.

Dengan tingkat keterisian akomodasi yang melampaui kapasitas dan tambahan 44 penerbangan ekstra dari berbagai maskapai, ajang ini kembali membuktikan efek bergandanya (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.

MotoGP Mandalika kini bukan sekadar kompetisi, melainkan ikon yang memadukan olahraga, budaya, dan pariwisata—mendorong Indonesia semakin kokoh sebagai destinasi sport tourism unggulan dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.