Bekasi Jadi Sunrise Property, Lippo Cikarang Catat Pertumbuhan Penjualan 224 Persen

AKURAT.CO Dalam beberapa tahun terakhir, Bekasi menjelma menjadi salah satu kawasan paling seksi di mata pengembang properti.
Julukan “sunrise property” kini semakin melekat, seiring dengan derasnya investasi yang masuk untuk membangun perumahan, kawasan komersial, hingga pusat industri.
Menurut Associate Director Research and Consulting Leads Property Services Indonesia, Martin Samuel Hutapea, ada empat faktor kunci yang membuat Bekasi begitu menjanjikan.
Yakni aksesibilitas yang semakin mudah, infrastruktur yang masif, ketersediaan lahan luas dengan harga lebih terjangkau dibanding Jakarta, serta pertumbuhan populasi yang pesat.
“Pembangunan infrastruktur di Bekasi sangat pesat. Proyek seperti Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated dan LRT Jabodebek benar-benar mengubah wajah Bekasi. Kini masyarakat punya pilihan transportasi publik berbasis rel yang efisien, sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi,” jelas Martin.
Baca Juga: LPCK Dorong Keberlanjutan Lewat Inisiatif Sosial Ekonomi Lokal
Selain infrastruktur, faktor lahan juga menjadi daya tarik tersendiri. Bekasi masih memiliki ruang pengembangan yang luas dengan harga tanah relatif lebih rendah, memungkinkan pengembang membangun proyek skala besar yang tidak mungkin lagi dilakukan di Jakarta.
Bekasi juga dikenal sebagai pusat industri nasional. Ribuan pabrik dan perusahaan di kawasan ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Arus pekerja, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z, mendorong tingginya permintaan hunian yang dekat dengan lokasi kerja.
Kondisi ini membuat pasar properti Bekasi bergerak dinamis, baik untuk penjualan maupun sewa, sekaligus memicu berkembangnya fasilitas pendukung seperti sekolah, universitas, rumah sakit, hingga pusat hiburan.
Merespons momentum ini, PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) tampil optimistis. Melalui kawasan kota modern berfasilitas internasional Lippo Cikarang Cosmopolis, perusahaan terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.
Presiden Direktur LPCK, Marlo Budiman, mengungkapkan bahwa perseroan berhasil membukukan pra-penjualan Rp791 miliar sepanjang semester I 2025, setara 48% dari target setahun penuh. Pada periode yang sama, pendapatan melonjak hingga Rp2,24 triliun, tumbuh 224% dibanding semester I 2024.
Adapun kontributor utama pra-penjualan berasal dari segmen residensial (52%) dan komersial (40%), sementara lahan industri menyumbang 8%. Pada periode yang sama, total penjualan 688 unit bersumber dari berbagai produk, mulai dari XYZ Series, Q Series, Cendana Spark, hingga The Allegra @ Casa de Lago.
“Kepercayaan konsumen adalah kunci. Karena itu, kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan memastikan serah terima berjalan sesuai jadwal,” tegas Marlo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








