ESDM Pastikan Proyek Kilang Tuban Aman dari Sanksi AS ke Rosneft

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suar perihal perusahaan migas asal Rusia, PJSC Rosneft Oil Company yang tengah menghadapi ancaman sanksi baru dari Amerika Serikat (AS).
Adapun, Rosneft merupakan perusahaan asal Rusia yang terlibat dalam proyek grass root refinery (GRR) Kilang Tuban di Jawa Timur bersama PT Pertamina (Persero).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia meminta tidak ada kekhawatiran berlebihan terhadap potensi dampak sanksi tersebut terhadap kerja sama Indonesia dan Rosneft.
Baca Juga: 4.700 Izin Air Tanah Terbit, ESDM Pastikan Proses Evaluasi Ketat
“Tenang aja, banyak jalan menuju surga. Ya jangan terlalu khawatir berlebihan ya. Kita sudah siasatin,” kata Bahlil saat ditemui di kawasan Monumen Nasional (Monas) dikutip, Sabtu (25/10/2025).
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa proses keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) dari Rosneft masih dalam proses hingga kini.
Namun, Laode mengungkapkan bahwa dirinya belum mendapatkan kabar terbaru tentang sejauh mana proses FID Rosneft di Kilang Tuban.
“Kalau itu infonya masih sama dengan dulu. Jadi Rosneft-nya sampai sekarang kan masih belum (FID),” ucap Laode.
Perlu diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia terkait perang di Ukraina.
Baca Juga: ESDM Bakal Evaluasi Izin Perusahaan Air Mineral Gunakan Air Tanah
Langkah ini menandai pertama kalinya dalam masa jabatan keduanya Trump menjatuhkan sanksi langsung terhadap Moskow, dengan menargetkan dua raksasa minyak Rusia yaitu Lukoil dan Rosneft.
Mengutip laporan Reuters, keputusan tersebut menunjukkan meningkatnya frustrasi Trump terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin yang dinilai terus menolak upaya gencatan senjata sejak invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
Departemen Keuangan AS dalam pernyataannya menegaskan bahwa Washington siap mengambil tindakan lebih lanjut apabila Moskow tidak menunjukkan tanda-tanda mengakhiri konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








