Percepat Ekosistem Industri Nikel Berkelanjutan, IWIP Dukung Kolaborasi Tsingshan dan UNIDO

AKURAT.CO PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyambut dan mendukung kolaborasi strategis antara Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) sebagai langkah konkret dalam mempercepat pengembangan ekosistem industri nikel berkelanjutan di Indonesia.
Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen IWIP dalam memperkuat prinsip keberlanjutan ke dalam pengelolaan kawasan industri, serta mendukung transformasi menuju praktik industri yang hijau, rendah karbon, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi Tsingshan dan UNIDO ditandai dengan penandatanganan Joint Declaration on Sustainable Development of the Nickel Industry Chain dalam rangkaian Konferensi Negara Anggota UNIDO ke-21 dan Global Industry Summit yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, pada 24 November.
Deklarasi ini ditandatangani oleh Mr. Ciyong Zou, Deputy to the Director General dan Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, serta Mr. Sider Xu, General Manager of Tsingshan Holding Group Co., Ltd.
Dalam kerja sama ini, IWIP ditetapkan sebagai kawasan percontohan, sekaligus menandai dimulainya kerjasama tahap awal selama tiga tahun untuk bersama-sama mendorong pembangunan berkelanjutan industri nikel.
Kerja sama ini difokuskan pada empat pilar utama, yaitu ekonomi sirkular, pengembangan keterampilan industri, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan manajemen rantai pasok hijau.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Pangan, Semarang Targetkan 177 Koperasi Merah Putih Beroperasi
Keempat pilar tersebut menjadi pondasi dalam memperdalam penerapan prinsip keberlanjutan, mendorong efisiensi operasional, serta meningkatkan daya saing industri nikel nasional di pasar global.
Bagi IWIP, inisiatif ini menjadi landasan strategis dalam memperkuat penerapan standar keberlanjutan industri yang selaras dengan prinsip ESG global.
Implementasi program percontohan ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola kawasan yang berorientasi pada efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, serta pengembangan kapasitas industri yang adaptif terhadap kebutuhan ekonomi hijau dan dinamika pasar internasional.
Ke depan, IWIP akan memperkuat sinergi dengan pemerintah, tenant kawasan, asosiasi industri, lembaga keuangan, serta para pemangku kepentingan lainnya guna memastikan pelaksanaan program keberlanjutan berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan posisi IWIP sebagai kawasan industri yang konsisten mendukung transformasi industri nikel menuju rantai nilai global yang lebih hijau, bertanggung jawab, dan bernilai tambah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









