Regulasi Hampir Rampung, Rusia Hingga Korsel Incar Proyek PLTN RI

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa sejumlah negara seperti Rusia, Korea Selatan, hingga Kanada menyatakan ketertarikannya untuk menjadi mitra dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan ketertarikan tersebut muncul seiring langkah pemerintah yang tengah merampungkan regulasi sebagai fondasi utama pembangunan PLTN. Saat ini, rancangan Keputusan Presiden (Keppres) terkait PLTN telah selesai melalui proses harmonisasi dan berada dalam tahap pengundangan.
“Untuk PLTN, kita harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh IAEA. Rancangan Keputusan Presiden-nya sudah selesai harmonisasi dan sekarang dalam proses pengundangan,” kata Yuliot di Kementerian ESDM dikutip, Minggu (14/12/2025).
Baca Juga: Kementerian ESDM Stop 3 Tambang Ilegal Muara Enim, Ratusan Ton Batubara Diamankan
Setelah regulasi tersebut diundangkan, pemerintah akan menyampaikan dokumen resmi kepada International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk memperoleh persetujuan Emergency and Technical Understanding (ETU). Tahapan ini menjadi prasyarat sebelum Indonesia menentukan mitra pembangunan PLTN.
Yuliot mengungkapkan, selain Rusia yang menawarkan kerja sama usai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow, minat juga datang dari negara lain dengan teknologi nuklir maju.
“Kemarin kan salah satunya Rusia yang menawarkan. Ya kemudian ada vendor teknologi, ada Korea juga sudah menghubungi, Kanada juga sudah menghubungi," ujarnya.
Menurut Yuliot, pemerintah akan melakukan seleksi ketat terhadap calon mitra PLTN dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari efisiensi biaya pembangunan, daya saing teknologi, hingga kualitas dan output listrik yang dihasilkan.
“Itu nanti kita akan melihat dari sisi pembangunan PLTNnya, mana yang lebih efisien, kompetitif dan juga ini kita melihat dari sisi output," tutur Yuliot.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Moskow, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga: Kementerian ESDM Perpanjangan Relaksasi QR Code untuk Pembelian BBM di Daerah Terdampak Bencana
“Kami melihat prospek yang sangat baik di bidang energi, termasuk pembangunan PLTN. Saya mengetahui rencana tersebut, dan Rusia siap membantu,” ujar Putin.
Selain sektor energi, Putin menegaskan ketertarikan Pemerintah Rusia untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia di bidang industri dan pertanian sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
“Kami memiliki banyak proyek potensial di sektor industri dan pertanian,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









