Ini Cara Mentan Jaga Harga Pangan Meski Stok Melimpah Jelang Nataru 2026
Hefriday | 19 Desember 2025, 16:42 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menegaskan, harga pangan tidak boleh mengalami kenaikan ketika stok nasional berada dalam kondisi melimpah.
Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional, terutama menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Amran menekankan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas harga eceran tertinggi (HET). Penindakan akan dilakukan secara langsung apabila ditemukan pelanggaran di lapangan, tanpa lagi mengedepankan pendekatan imbauan.
“Penindakan akan langsung dilakukan jika ditemukan pelanggaran,” ujar Amran di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi dan Pengendalian Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan kementerian, lembaga terkait, serta asosiasi pelaku usaha di sektor pangan. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan pelaku usaha sepakat menjaga harga pangan agar tetap sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Kesepakatan itu menjadi langkah preventif untuk mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen pada periode peningkatan permintaan.
“Kita bersama seluruh asosiasi yang bergerak di bidang pangan sepakat, jangan ada yang menjual harga di atas HET. Itu kesepakatan kita yang pertama. Yang kedua, kita tetap menjaga harga di tingkat konsumen,” kata Amran.
Dirinya menegaskan bahwa masa imbauan telah berakhir. Pemerintah kini akan mengedepankan pengawasan ketat dan penindakan langsung terhadap pelanggaran harga di pasar.
Satgas Pangan akan diterjunkan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif.
“Saya sampaikan semua jangan melanggar HET. Jika melanggar HET, kita tindak. Bukan lagi imbauan. Masa imbauan sudah selesai. Kalau melanggar HET, kita tindak dan Satgas Pangan langsung turun,” tegasnya.
Amran menyebut penegakan HET didukung oleh kondisi pasokan pangan nasional yang sangat mencukupi. Seluruh komoditas strategis dipastikan berada dalam kondisi aman, sehingga tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga.
“Semua stok lebih dari cukup. Ayam, telur, daging cukup. Yang paling penting beras, Alhamdulillah bahkan harganya turun. Minyak goreng juga cukup, bahkan lebih dari cukup karena kita produsen terbesar dunia,” ujarnya.
Menurut Amran, seluruh asosiasi pangan juga telah menyampaikan komitmen yang sama untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah memastikan koordinasi akan terus dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi. “Semua asosiasi mengatakan stok cukup. Saya katakan tegas, enggak boleh naik. Kalau naik, kita tindak,” kata Amran.
Lebih lanjut, Amran menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan rantai pangan dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin memastikan petani memperoleh harga yang layak, pedagang mendapatkan keuntungan wajar, dan konsumen tetap terlindungi.
“Kesimpulannya jelas, petani bahagia, pedagang untung, konsumen tersenyum. Itu kesepakatan kita,” ujar Amran.
Pemerintah memastikan pengawasan distribusi dan harga pangan akan diperketat selama periode Natal dan Tahun Baru. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan pangan nasional tetap aman hingga awal 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










