Target Bauran Energi 2025 Tak Tercapai, Bahlil: Ada Tambahan Pembangkit Gas dan Batu Bara

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 15.630 MW setara 15,75% yang di bawah target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 23%.
Baca Juga: Bahlil Sebut Bauran Energi Terbarukan di 2024 Capai 13,9 Persen dari Target 14,1 Persen
"Sebenarnya penambahan EBT ini cukup besar di tahun 2025, tetapi kalau dikonversi menjadi turun persentasenya karena ada penambahan (pembangkit) dari gas dan batu bara," ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025 dikutip, Jumat (9/1/2026).
Bahlil menambahkan bahwa capaian ini diraih di tengah tantangan global yang tidak menentu.
"Sesungguhnya saya mau sampaikan bahwa tahun 2025 ini adalah tahun yang penuh cobaan dan dinamika, ada suka duka yang cukup luar biasa. Tapi bagi kami, setiap ada tantangan justru di situlah harus ada kehadiran kita dalam rangka menunjukkan apa yang menjadi target dari Bapak Presiden," tambahnya.
Secara terperinci, kapasitas tersebut didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menyumbang sebesar 7.587 MW, disusul oleh bioenergi sebesar 3.148 MW, dan panas bumi sebesar 2.744 MW.
Selain itu, kontribusi dari sumber energi lain juga terus berkembang, di antaranya tenaga surya sebesar 1.494 MW, gasifikasi batu bara sebesar 450 MW, angin sebesar 152 MW, serta pemanfaatan sampah sebesar 36 MW, dan sumber lainnya sebanyak 18 MW.
Sementara itu, khusus untuk ketenagalistrikan capaian bauran EBT telah melampaui target yang sudah ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).
"Kalau khusus di ketenagalistrikan, itu (bauran EBT) tercapai 16,3 persen. Itu di atas RUKN yang hanya menargetkan 15,9 persen," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi.
Di sisi investasi, subsektor EBT dan Konservasi Energi (EBTKE) menunjukkan ketangguhan dengan realisasi mencapai USD 2,4 miliar.
Secara makro, sektor ESDM tetap menjadi tulang punggung penerimaan negara dengan capaian PNBP sebesar Rp138,37 triliun (108,56% dari target), yang mencerminkan pengelolaan sumber daya energi yang efektif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









