Pertamina Tutup Satgas Nataru 2025/2026, Siap Hadapi Ramadan

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) resmi menutup masa Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru) dengan sukses, lancar dan terkendali.
Keberhasilan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan menjadi barometer Pertamina dalam mempersiapkan Satgas Ramadan Idulfitri 1447 Hijriah.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius menjelaskan, terdapat tiga faktor kunci yang mendukung kesuksesan pelaksanaan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Baca Juga: Kebut Transisi Energi, Pertamina NRE Teken MoU dengan Perusahaan Asal China
Pertama, kesiapan infrastruktur dan logistik energi yang terbukti mampu mengantisipasi lonjakan permintaan energi.
Kedua, pemantauan atau monitoring harian, sebagai acuan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
“Serta, ketiga, koordinasi lintas fungsi dan lintas subholding untuk mencapai kelancaran Satgas,” kata Simon dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Simon menyampaikan, Sathas Nataru menjadi awal untuk menghadapi tantangan mempersiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H yang akan segera berlangsung.
Momen Ramadan dan Idulfitri diperkirakan lebih intens, di mana biasanya terjadi lonjakan kebutuhan energi, mobilitas masyarakat juga lebih masif, serta kompleksitas yang meningkat secara nasional.
Menurut Simon, Pertamina akan melakukan persiapan lebih dini untuk merencanakan Satgas Ramadan dan Idulfitri.
Baca Juga: KPK Ingatkan Risiko Korupsi di Balik Penugasan Khusus Pertamina dalam Skema Dagang RI-AS
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat layanan dan pasokan, memastikan keandalan sarana dan fasilitas, serta memastikan monitoring digital dan sistem analisa untuk pengelolaan data.
“Pertamina akan terus hadir dalam memastikan energi tersedia, aman dan berkelanjutan, dengan satu komitmen yakni melayani dengan sepenuh hati,” jelas Simon.
Selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru 13 November 2025 – 11 Januari 2026, permintaan BBM, LPG dan Avtur mengalami kenaikan.
Pada sektor Gasoline (BBM jenis Pertamax Series), konsumsi meningkat 1% apabila dibandingkan dengan konsumsi rerata September-Oktober 2025. Gasoil (BBM Jenis Solar dan Dex Series) relatif stabil.
Sementara, Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang, naik 4%, yang salah satunya dipicu pemberlakuan diskon Avtur Pertamina di 37 bandara, sebagai dukungan Pertamina atas kebijakan Pemerintah dalam menjaga stabilitas tiket pesawat.
LPG juga mengalami kenaikan 4%, seiring kegiatan rumah tangga dan Horeka (Hotel, Restoran dan Kafe) yang meningkat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Selain itu, pertumbuhan juga terlihat pada bisnis energi lainnya, seperti penggunaan kapal distribusi di mana lebih banyak kapal yang beroperasi ketimbang periode sebelum masa Satgas Nataru.
Distribusi gas untuk pelanggan kecil dan komersial industri melalui jaringan gas juga bertumbuh, bahkan hingga 14% jika dibandingkan dengan Satgas Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








