Lanjutkan Kinerja Apik 2025, PGE Tambah Kapasitas Terpasang PLTP di Berbagai WKP

AKURAT.CO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menorehkan kemajuan signifikan di sisi operasional pada tahun 2025.
Pada akhir Juni, PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) resmi beroperasi, sehingga meningkatkan kapasitas terpasang PGE dari sebelumnya 672 MW menjadi 727 MW.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy, Edwil Suzandi menyampaikan bahwa pencapaian sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi langkah PGE ke depan.
“Pencapaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Fondasi ini menjadi pijakan strategis bagi PGE untuk melangkah ke fase pengembangan berikutnya secara lebih terintegrasi, baik melaluinpercepatan proyek-proyek prioritas maupun optimalisasi potensi panas bumi nasional,” kata Edwil dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga: Gigih Udi Atmo Jadi Komisaris Utama PGE, Dorong Transisi Energi
Sejalan dengan visi jangka panjang sebagai world class green energy company, PGE kini tengah menggarap berbagai proyek strategis dengan target commercial operation date (COD) bertahap hingga 2029, yang meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga.
Seluruh portofolio proyek ini mendukung target kapasitas 1 GW dalam 2–3 tahun dan 1,8 GW pada 2033, sekaligus memperkuat peran PGE dalam mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060.
Capaian ini memperkuat posisi PGE sebagai pengembang panas bumi terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pijakan penting menuju target jangka panjang Perseroan.
Di luar pencapaian kapasitas tersebut, PGE terus memperluas kontribusinya terhadap agenda swasembada energi nasional melalui penguatan sinergi dan pengembangan proyek strategis.
Pada Agustus, PGE menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW.
Sejalan dengan itu, empat proyek PGE juga terpilih untuk masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, yang membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga USD 613 juta.
Guna memperluas manfaat panas bumi di luar sektor kelistrikan, PGE meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Agustus lalu.
Inisiatif ini menjadi langkah awal PGE dalam membangun ekosistem green hydrogen secara terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatan, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju industri rendah karbon.
Selain pengembangan green hydrogen, PGE juga mulai merintis pengembangan green data center berbasis energi panas bumi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Framework Agreement bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








