Kejar Target Lifting 2026, Kementerian ESDM Percepat Izin Sumur Minyak Rakyat di Jateng

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mempercepat proses izin sumur minyak rakyat di Jawa Tengah (Jateng) guna mengejar target lifting minyak tahun 2026.
Adapun, langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur tentang kerja sama antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, terdapat tiga langkah yang dilakukan pihaknya guna mengejar target lifting minyak tahun 2026 yang berada diangka 610 ribu barel per hari. Salah satunya adalah mempercepat izin sumur minyak rakyat.
Bahlil mengungkapkan, saat ini proses perizinan untuk sekitar 45.000 sumur rakyat yang tersebar di enam provinsi terus dikebut, seperti di Jawa Tengah.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Daerah, Herman Deru Apresiasi Langkah Menteri ESDM Legalkan Sumur Minyak Rakyat
"Bahkan sekarang untuk 40 ribu lebih sumur masyarakat, sebagian sudah kita izinnya keluar seperti di Jambi, di Sumsel, sekarang di Jawa Tengah. Sekarang kita mempercepat proses perizinannya agar mereka juga bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting," kata Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).
Selain percepat proses izin sumur rakyat, pengembangan teknologi di lapangan minyak dan percepatan pengembangan atau Plan of Development (POD) yang sudah dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) menjadi langkah untuk mengejar target lifting 2026.
"Yang kedua adalah intervensi teknologi juga berjalan dengan baik, kita lakukan. Dan yang ketiga adalah bagaimana yang POD-POD sudah selesai kita juga melakukan percepatan. Ini kita sudah panggil dengan semua K3S," tambah Bahlil.
Adapun, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak mentah sebesar 610.000 barel per hari (bph) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Hal itu dia sampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2025/2026 dan Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025).
Berdasarkan paparan yang ditayangkan, target ini naik dibandingkan dengan target lifting minyak bumi pada APBN 2025 yang sebelumnya dipatok di level 605.000 bopd.
Sementara itu, Prabowo menargetkan lifting gas bumi menjadi 984.000 barel setara minyak per hari (boepd) dalam RAPBN 2026. Angka ini mengali penurunan jika dibandingkan dengan target yang sempat dipatok sebelumnya pada APBN 2025 yang berada di level 1,005 juta boepd.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






