Distribusi Batu Bara Terhenti, PLN Minta Operasional Truk ke PLTU Bengkulu Dibuka

AKURAT.CO PT PLN (Persero) meminta agar operasional truk pengangkut batu bara yang memasok kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Bengkulu dapat kembali diperbolehkan beroperasi.
Permintaan ini disampaikan menyusul kondisi pasokan batu bara yang saat ini hanya mencukupi untuk sekitar tiga hari operasional pembangkit.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menyampaikan bahwa terhentinya distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu berdampak langsung pada terganggunya rantai pasok energi primer ke pembangkit listrik.
“Saat ini PLTU tidak mendapatkan pasokan batu bara karena adanya desakan dari pemerintah provinsi. Stok yang tersedia sangat terbatas dan hanya cukup untuk tiga hari ke depan,” kata Rizal dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga: Ditekan Penurunan Harga Batu Bara, Pendapatan RMKE Susut ke Rp1,12 Triliun di Kuartal III-2025
Rizal menjelaskan, PLTU di Bengkulu merupakan bagian penting dari sistem kelistrikan Sumatera, khusnya Sumatera bagian selatan. Gangguan pasokan batubara berpotensi menurunkan kapasitas pembangkit dan mengancam keandalan pasokan listrikdi sejumlah wilayah.
“Apabila distribusi batu bara tidak segera kembali normal, maka potensi pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi dapat meluas ke beberapa wilayah di Sumatera Selatan, bahkan hingga Jambi,” jelasnya.
Sebelumnya, distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu mengalami hambatan akibat pembatasan operasional 150 truk batubara.
Pembatasan tersebut berkaitan dengan aspirasi dan tekanan dari pemerintah daerah terkait dampak lalu lintas dan aktivitas angkutan batu bara terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.
Namun di sisi lain, batu bara merupakan sumber energi utama bagi PLTU yang menyuplai listrik ke jutaan pelanggan di wilayah Sumatera. Terhentinya pasokan batu bara secara mendadak menyebabkan stok di pembangkit menipis dan menempatkan sistem kelistrikan dalam kondisi siaga.
PLN menegaskan bahwa keberlanjutan pasokan listrik merupakan kepentingan strategis nasional, mengingat listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat serta penopang utama aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan industri.
PLN menyatakan memahami perhatian pemerintah daerah terhadap aspek sosial dan lingkungan.
Namun, PLN berharap agar dapat ditemukan solusi bersama yang proporsional, sehingga kepentingan daerah tetap terakomodasi tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat luas.
“Kami berharap ada ruang dialog dan solusi bersama. Jika suplai batu bara terhenti terlalu lama, pemadaman listrik menjadi tidak terhindarkan dan ini akan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Rizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








