IPA Dorong Kepastian Regulasi Agar Target Produksi Migas Nasional Tercapai

AKURAT.CO Indonesian Petroleum Association (IPA) menegaskan optimisme terhadap masa depan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional di tengah tantangan global, kebutuhan ketahanan energi, serta agenda transisi energi.
Vice President IPA, Ronald Gunawan mengatakan, ketahanan energi nasional tetap menjadi agenda strategis pemerintah dan industri, dengan target jangka panjang yang ambisius namun realistis apabila didukung oleh kebijakan yang tepat dan iklim investasi yang kompetitif.
Ronald menekankan bahwa target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari merupakan cita-cita yang mencerminkan komitmen Indonesia terhadap kemandirian energi.
Baca Juga: Disaksikan Prabowo, PLN Teken Kerja Sama Pemanfaatan Gas Domestik di IPA Convex 2025
“Kami melihat target tersebut sebagai aspirasi yang positif. Yang terpenting adalah bagaimana roadmap pemerintah untuk mencapainya, terutama melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru,” ujar Ronald dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, sebagian besar lapangan migas yang telah beroperasi di wilayah konvensional seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan telah mengalami penurunan produksi sehingga eksplorasi menjadi kunci utama keberlanjutan industri.
Ronald juga menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia mulai menunjukkan tren pemulihan.
Kembalinya sejumlah perusahaan internasional serta meningkatnya ketertarikan pemain baru mencerminkan tumbuhnya kepercayaan terhadap stabilitas iklim investasi di Indonesia.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa investasi migas bersifat jangka panjang dan sangat bergantung pada kepastian fiskal, stabilitas regulasi, serta jaminan keamanan.
“Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa stabilitas nasional, ketersediaan sumberbdaya alam, serta kualitas sumber daya manusia yang baik. Tantangannya adalah menciptakanblingkungan usaha yang semakin kompetitif, termasuk penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi,” tambahnya.
IPA, lanjut Ronald, terus mendorong diselesaikannya Revisi Undang-Undang Migas agar lebih adaptif terhadap tantangan dan kondisi sektor hulu migas saat ini serta memberikan kepastian hukum bagi investor.
Adapun, IPA bakal menggelar IPA Convex 2026. Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for AdvancingGrowth”, IPA Convex 2026 akan menjadi platform strategis untuk dialog kebijakan, pertukaran gagasan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Chairperson IPA Convex 2026, Teresita Listyani, menjelaskan bahwa penyelenggaraan IPA Convex ke-50 ini bukan sekadar perayaan historis, tetapi menjadi momentum refleksi dan aksi untuk membentuk masa depan industri energi Indonesia.
IPA berharap, rangkaian kegiatan menuju IPA Convex ke-50 dapat memperkuat pemahaman publik bahwa industri hulu migas tetap memiliki peran penting dalam menopang ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








