Kuota BBM Subsidi 2026 Ditetapkan, Pertalite Turun ke 29,26 Juta KL

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan kuota Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite sebesar 29.267.947 atau 29,26 juta kiloliter (KL) untuk tahun 2026.
Adapun, angka ini turun sekitar 6% dari kouta tahun 2025 yang dipatok sebesar 31.230.017 atau 31,23 juta KL
Selain pertalite, BPH Migas juga menetapkan kuota BBM penugasan lainnya, seperti solar dan minyak tanah untuk tahun 2026.
Baca Juga: BPH Migas Catat Penghematan Subsidi BBM Hingga Rp4,98 Triliun di 2025
Untuk Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) minyak tanah, kuota ditetapkan sebesar 526.000 KL, sedangkan minyak solar sebesar 18.636.500 KL.
“BPH Migas menetapkan penyaluran kuota JBT dan JBKP tahun 2026 untuk minyak tanah 526.000 KL, kemudian minyak solar 18.636.500 KL, kemudian JBKP Pertalite 29.267.947 KL,” kata Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas saat rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Di sisi lain, BPH Migas juga melanjutkan program BBM Satu Harga sebagai upaya pemerataan akses energi.
Pada 2026, BPH Migas menargetkan pembangunan 55 lembaga penyalur BBM Satu Harga, sehingga secara kumulatif total penyalur mencapai 654 lembaga di seluruh Indonesia.
“Kemudian untuk pengawasan operasional BBM Satu Harga, kami overall target 71 lembaga penyalur dan dijumlahkan menjadi 654 lembaga penyalur,” tutur Wahyudi.
Adapun, secara keseluruhan realisasi penyaluran BBM subsidi dan kompensasi negara pada 2025 berada pada level yang terkendali.
Baca Juga: BPH Migas Amankan Dump Truck Penimbun BBM Subsidi di Lhokseumawe
Penyaluran minyak tanah terealisasi 96,75% atau 507.944 KL dari total kuota APBN sebesar 525 ribu KL. Untuk JBT minyak solar, realisasi mencapai 97,49% atau 18,411 juta KL dari kuota APBN sebesar 18,885 juta KL.
“Kemudian, untuk JBKP Pertalite mencapai 89,86 persen dari total kuota nasional 31,230,017 juta KL,” tutur Wahyudi.
Selain penghematan anggaran, BPH Migas juga mencatat capaian dalam program BBM Satu Harga.
Sepanjang 2025, sebanyak 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM Satu Harga berhasil dibangun dan telah beroperasi dengan baik. Dengan demikian, total penyalur BBM Satu Harga di seluruh Indonesia kini mencapai 599 penyalur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








