PELNI Perkuat Transformasi Digital Maritim dengan Satelit LEO hingga 2029

AKURAT.CO PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI terus memperkuat transformasi digital dalam operasional pelayaran melalui pemanfaatan sistem berbasis teknologi.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan monitoring perjalanan kapal, perencanaan rute, serta pengelolaan jadwal secara terintegrasi.
PELNI melakukan transformasi digital sektor maritim nasional dengan mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO).
Baca Juga: Distribusi Menguat, Pelni Angkut 13.142 TEUs Sepanjang 2025
Langkah ini ditempuh melalui kerja sama strategis dengan BuanterOne, penyedia layanan telekomunikasi satelit di bawah naungan PT Dwi Tunggal Putra (DTP), untuk periode 2026–2029.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI (Persero), Anik Hidayati menegaskan bahwa modernisasi sistem komunikasi kapal merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) sekaligus upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan publik.
“Pemanfaatan teknologi satelit LEO BuanterOne di seluruh armada PELNI merupakan wujud nyata digitalisasi maritim. Konektivitas yang lebih stabil memungkinkan koordinasi antara kantor pusat dan kru kapal berlangsung cepat dan akurat,” kata Anik dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Dari sisi teknologi, Chief Sales & Marketing Officer (CSMO) BuanterOne, Budi Santoso, menjelaskan bahwa solusi yang dihadirkan BuanterOne dirancang khusus untuk menjawab kompleksitas operasional sektor maritim nasional.
Baca Juga: Kepercayaan Publik Naik, Penumpang Kapal PELNI Capai 5,15 Juta
Layanan tersebut mencakup internet satelit LEO berkecepatan tinggi, sistem pemantauan kapal berbasis Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS) untuk memastikan akurasi posisi dan keselamatan navigasi, serta pemantauan on-time performance secara real-time guna menjaga ketepatan jadwal pelayaran.
Selain itu, sistem ini dilengkapi layanan komunikasi suara melalui SatPhone dan VoIP, infrastruktur Wi-Fi kapal, serta out-of-band management yang memungkinkan pengelolaan dan pemeliharaan perangkat dilakukan dari jarak jauh.
“Melalui konvergensi teknologi satelit LEO dan sistem monitoring seperti AIS dan VMS, manajemen PELNI dapat memiliki visibilitas penuh terhadap armada setiap saat. Kami membawa teknologi masa depan ke kapal hari ini untuk mendukung operasional yang lebih aman, efisien, dan terukur,” ujar Budi.
Adapun, kerja sama tersebut ditandai dengan seremoni kick-off yang digelar di atas KM Nggapulu saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (27/2).
Sebelumnya, PELNI telah menggunakan layanan telekomunikasi berbasis satelit Geostationary Earth Orbit (GEO). Satelit GEO berada pada ketinggian sekitar 35.786 km dari Bumi, sedangkan LEO lebih dekat yaitu sekitar 500-1.200 km.
Hal ini menyebabkan, satelit LEO memilki latensi rendah, biasanya di 70-100 milidetik (ms), atau setara dengan fiber optik. Sedangkan satelit GEO memiliki latensi tinggi, sekitar 550-1.500 ms atau lebih, membuat koneksinya lebih lambat.
Implementasi teknologi satelit LEO menjadi fondasi utama penguatan SisKomKap PELNI. Teknologi ini menawarkan bandwidth tinggi dan latensi rendah, sehingga memungkinkan konektivitas data dan komunikasi tetap stabil dan real-time, termasuk saat kapal beroperasi di wilayah perairan terpencil dan terdalam Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









