Hendri Satrio: Pernyataan soal Ritel Modern Perlu Dilihat Secara Utuh

AKURAT.CO Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menyoroti pernyataan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, yang meminta agar keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret diatur, khususnya di wilayah pedesaan.
Hendri, yang akrab disapa Hensa, menilai pernyataan tersebut pada dasarnya memiliki maksud baik. Namun, cara penyampaiannya dinilai kurang tepat sehingga memunculkan persepsi berbeda di tengah publik.
“Maksudnya baik, tetapi pesan komunikasinya perlu diperbaiki. Karena kurang tepat, publik menangkapnya juga menjadi tidak tepat. Namun saya percaya niatnya mungkin baik,” ujar Hensa kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Menurut Hensa, wajar jika Ferry menginginkan pengaturan pertumbuhan ritel modern, terutama di desa. Sebagai menteri yang tengah mendorong program unggulan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, ia tentu ingin program tersebut berjalan tanpa hambatan.
“Sebagai menteri, tentu ia ingin program ini berjalan mulus,” kata Hensa.
Ia menilai, maksud dari pernyataan tersebut kemungkinan bukan untuk menutup ritel modern, melainkan mengatur pertumbuhannya agar tidak menggerus manfaat yang diharapkan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Saya mempersepsikan beliau ingin koperasi Merah Putih lebih bermanfaat bagi rakyat. Bukan menutup ritel modern, tetapi menjaga pertumbuhannya agar tidak menggerus manfaat koperasi desa,” ujarnya.
Hensa juga melihat adanya keinginan pemerintah agar Koperasi Desa Merah Putih menjadi wadah distribusi hasil UMKM masyarakat. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Ia menilai konsep “berbagi peran” antara ritel modern dan koperasi desa bisa menjadi solusi agar keduanya tetap tumbuh tanpa saling mematikan.
Meski demikian, Hensa mengakui pembatasan ritel modern berpotensi menimbulkan polemik, terutama terkait isu lapangan kerja.
“Memang ada polemiknya, misalnya soal tenaga kerja. Namun koperasi Merah Putih juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta publik melihat pernyataan Menteri Koperasi secara lebih utuh, yakni dalam konteks upaya memastikan manfaat ekonomi koperasi benar-benar dirasakan masyarakat desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








