Pertamina Patra Niaga Teken MoU Pasokan Minyak dan LPG dengan Hartree–Phillips 66
Lukman Nur Hakim Akurat.co | 21 Februari 2026, 21:58 WIB

AKURAT.CO Patra Niaga, Subholding Downstream PT Pertamina (Persero) memperkuat kerja sama global melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis dengan Hartree Partners LP dan Phillips 66 di Washington DC.
Kesepakatan tersebut mencakup Memorandum of Understanding (MoU) pasokan minyak mentah serta confirmation letter kontrak LPG dari Amerika Serikat untuk periode 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengamankan pasokan energi nasional sekaligus memperkuat fleksibilitas komersial di tengah dinamika pasar energi global.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengamankan pasokan energi nasional sekaligus memperkuat fleksibilitas komersial di tengah dinamika pasar energi global.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siapkan Armada Pengganti untuk Amankan Pasokan BBM di Nunukan
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa kerjasama strategis yang dijalin bersama dengan Hartree Partners dan Phillips 66 merupakan representasi strategis dalam visi bersama untuk memastikan ketahanan energi.
“Kemudian untuk meningkatkan kolaborasi di bidang pengolahan dan trading, memperkuat arus investasi, serta mendorong solusi energi berkelanjutan,” kata Mars Ega dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Mars Ega menambahkan, di tengah dinamika volatilitas global, tantangan rantai pasok, dan tanggung jawab terhadap isu iklim, kemitraan dan kepercayaan menjadi fondasi utama.
Dengan mensinergikan kekuatan nasional Pertamina dengan jangkauan global serta keahlian komersial Hartree Partners dan Phillips 66, Pertamina memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang tangguh dan berorientasi ke depan.
“Kami yakin melalui komitmen bersama dan keselarasan strategi, kolaborasi ini akan menciptakan nilai jangka panjang secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Mars Ega.
Dalam kerja sama dengan Hartree Partners LP, Pertamina Patra Niaga menyepakati kerangka kerja sama komersial terkait penyediaan light crude untuk kebutuhan kilang Pertamina Patra Niaga, termasuk potensi pasokan dari Amerika Serikat maupun portofolio global Hartree.
Pasokan tersebut akan mendukung kebutuhan feedstock kilang, khususnya Refinery Unit Cilacap dan Refinery Unit Balikpapan, seiring dengan peningkatan kapasitas pengolahan melalui proyek Refinery Development Mega Project (RDMP) Balikpapan.
Pada kesempatan yang sama, Pertamina Patra Niaga juga menandatangani confirmation letter dengan Phillips 66 sebagai penegasan pelaksanaan kontrak pasokan LPG untuk periode sepanjang tahun 2026.
Total volume kontrak mencapai sekitar 2,2 juta metrik ton. Kerja sama ini melanjutkan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya guna memastikan stabilitas pasokan LPG nasional Indonesia.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa kerjasama strategis yang dijalin bersama dengan Hartree Partners dan Phillips 66 merupakan representasi strategis dalam visi bersama untuk memastikan ketahanan energi.
“Kemudian untuk meningkatkan kolaborasi di bidang pengolahan dan trading, memperkuat arus investasi, serta mendorong solusi energi berkelanjutan,” kata Mars Ega dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Mars Ega menambahkan, di tengah dinamika volatilitas global, tantangan rantai pasok, dan tanggung jawab terhadap isu iklim, kemitraan dan kepercayaan menjadi fondasi utama.
Dengan mensinergikan kekuatan nasional Pertamina dengan jangkauan global serta keahlian komersial Hartree Partners dan Phillips 66, Pertamina memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang tangguh dan berorientasi ke depan.
“Kami yakin melalui komitmen bersama dan keselarasan strategi, kolaborasi ini akan menciptakan nilai jangka panjang secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Mars Ega.
Dalam kerja sama dengan Hartree Partners LP, Pertamina Patra Niaga menyepakati kerangka kerja sama komersial terkait penyediaan light crude untuk kebutuhan kilang Pertamina Patra Niaga, termasuk potensi pasokan dari Amerika Serikat maupun portofolio global Hartree.
Pasokan tersebut akan mendukung kebutuhan feedstock kilang, khususnya Refinery Unit Cilacap dan Refinery Unit Balikpapan, seiring dengan peningkatan kapasitas pengolahan melalui proyek Refinery Development Mega Project (RDMP) Balikpapan.
Pada kesempatan yang sama, Pertamina Patra Niaga juga menandatangani confirmation letter dengan Phillips 66 sebagai penegasan pelaksanaan kontrak pasokan LPG untuk periode sepanjang tahun 2026.
Total volume kontrak mencapai sekitar 2,2 juta metrik ton. Kerja sama ini melanjutkan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya guna memastikan stabilitas pasokan LPG nasional Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




