Status Persero Antam-PTBA Kembali, Ini Penjelasan Danantara

AKURAT.CO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akhirnya buka suara terkait pengembalian status Persero kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Langkah ini ditegaskan bukan strategi korporasi baru, melainkan penyesuaian terhadap regulasi terbaru dalam Undang-Undang BUMN.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan perubahan status tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 yang mengatur kepemilikan saham negara, termasuk hak istimewa Saham Seri A Dwiwarna.
Baca Juga: Dirjen Masyita Crystallin Merapat ke Danantara, Purbaya: Sudah Ada Penggantinya
“Kan memang di undang-undangnya itu, lihat Undang-Undang BUMN yang baru. Nah kan di situ ada kepemilikan 1 persen dari negara kan, untuk yang besar-besar itu. Jadi statusnya makanya jadi BUMN,” ujar Dony ditemui seusai Rapat Koordinasi Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen DPR RI Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menurut Dony, pengembalian status Persero tersebut dilakukan untuk menyesuaikan ketentuan bahwa negara tetap memiliki kepemilikan langsung minimal 1 persen pada BUMN strategis melalui mekanisme saham Dwiwarna.
Meski kembali berstatus Persero, Antam dan PTBA tetap berada dalam struktur Holding BUMN Pertambangan yang dipimpin oleh MIND ID.
“Tetap di bawah MIND ID,” tegas Dony.
Data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (18/02) menyebutkan perubahan status tersebut dilakukan berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2025. Seiring itu, kedua emiten tambang tersebut telah melakukan perubahan Anggaran Dasar yang efektif berlaku sejak 13 Januari 2026.
Baca Juga: Danantara Targetkan Negosiasi Utang Whoosh Rampung Kuartal-I 2026
Secara struktur kepemilikan, MIND ID masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 65 persen di Antam dan 65,93 persen di PTBA. Artinya, perubahan status ini tidak mengubah komposisi pengendalian mayoritas oleh holding.
Dony juga menepis spekulasi yang mengaitkan langkah tersebut dengan pembentukan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas.
“Enggak ada hubungan sama sekali (dengan Perminas). Itu kan undang-undang. Jadi, karena di undang-undangnya kan begitu. Nggak ada hubungan sama sekali,” ujarnya.
Sebagai informasi, Antam dan PTBA sebelumnya pernah menyandang status Persero sebelum bergabung dalam holding MIND ID. Ketika menjadi anak usaha holding, kepemilikan negara dilakukan secara tidak langsung melalui induk perusahaan, sehingga status Persero sempat dilepas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






