Gandeng PLN, PGE Siap Percepat Transisi Energi Bersih

AKURAT.CO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus memperkuat sinergi pengembangan panas bumi dalam mendorong transisi energi nasional.
Sinergi ditandai dengan kunjungan PT PLN (Persero) ke PGE Area Lahendong di Tomohon, Sulawesi Utara.
Dalam kunjungan tersebut, kedua perusahaan melakukan pembahasan mengenai optimalisasi pembangkit eksisting, pengembangan proyek greenfield dan brownfield, serta kemitraan strategis antara keduanya.
Baca Juga: Lanjutkan Kinerja Apik 2025, PGE Tambah Kapasitas Terpasang PLTP di Berbagai WKP
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho menjelaskan kunjungan dari PLN ini menjadi wujud kemitraan dari kedua pihak dalam mengembangkan potensi panas bumi di Sulawesi dan Sumatra.
“Kunjungan ini menjadi sarana untuk memastikan operasional panas bumi berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, mengingat PLN merupakan offtaker utama energi panas bumi yang diproduksi oleh PGE,” kata Andi Joko dalam keterangannya dikutip, Selasa (17/2/2027).
Dalam pertemuan ini, dibahas juga dokumen teknis proyek PLTP Lahendong unit 7 dan 8, Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) untuk PLTP Kotamobagu Unit I, II, III, dan IV, juga pengembangan WKP Sungai Penuh.
Andi Joko juga menjelaskan bahwa PLTP Lahendong yang mulai beroperasi pada 2001 telah menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan, menyuplai listrik untuk memenuhi hingga 24% kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara.
Andi berharap, sinergi yang solid akan memungkinkan PGE terus menjalankan perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional, mendorong percepatan transisi energi bersih, serta berkontribusi aktif terhadap pencapaian target penurunan emisi karbon nasional.
“Kami juga ingin memastikan peran dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi,” ujarnya.
Baca Juga: Gigih Udi Atmo Jadi Komisaris Utama PGE, Dorong Transisi Energi
Hingga saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.932 MW, sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi terpasang nasional, dengan hasil dari pembangkitan listrik berbasis panas bumi mencapai 4.827 gigawatt hour (GWh) pada 2024, memasok listrik bersih bagi lebih dari 2 juta rumah tangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








