Bapanas Pastikan Harga Pangan di Papua Tengah Stabil Jelang Lebaran

AKURAT.CO Pemerintah memastikan stabilitas harga pangan pokok strategis di wilayah timur Indonesia tetap terjaga menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta MinyaKita di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, masih berada sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan penguatan pengawasan menjadi kunci utama pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, khususnya pada momen meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Baca Juga: Kuota Beras SPHP Naik, Amran: Alternatif Yang Berkualitas dan Terjangkau
“Pemerintah memperkuat langkah penstabilan harga pangan pokok strategis menjelang dan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H melalui pengawasan intensif oleh Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026 di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Sarwo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bapanas bersama Satgas Saber Pangan Provinsi Papua Tengah melakukan pemantauan langsung di Pasar Kalibobo, Kabupaten Nabire. Pemantauan ini bertujuan memastikan harga pangan tetap terjangkau sekaligus menegaskan efektivitas intervensi pemerintah melalui distribusi beras SPHP dan Minyakita.
Hasil pemantauan menunjukkan harga beras SPHP tercatat Rp13.500 per kilogram, sesuai HET. Sementara itu, Minyakita dijual pada kisaran Rp15.700 per liter, juga masih berada dalam batas harga eceran tertinggi. Adapun harga beras medium tercatat Rp15.500 per kilogram, masih sesuai ketentuan pemerintah.
Keberadaan beras SPHP dan MinyaKita dengan harga sesuai HET dinilai menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di daerah dengan tantangan distribusi seperti Papua Tengah.
Dari sisi pengawasan penegakan hukum, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua Tengah, Kombes Pol A. Wakhid Prio Utomo, menegaskan aparat kepolisian akan terus mengawal stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Mulai Februari 2026, Simak Syaratnya
“Kami berharap tidak terjadi kenaikan harga bahan pangan yang signifikan di Papua Tengah. Karena itu, pemantauan harga dan stok pangan akan dilakukan secara terus-menerus guna mencegah praktik yang merugikan masyarakat,” kata Wakhid.
Sementara dari aspek ketersediaan pasokan, Bulog Kantor Cabang Nabire saat ini menguasai stok 685 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), 42 ton beras SPHP, serta 7.260 liter MinyaKita. Stok tersebut dinilai cukup untuk mendukung stabilisasi harga pangan di Nabire dan wilayah sekitarnya hingga periode Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








