Stok Beras RI Aman Untuk 10,8 Bulan, Amran: Tahan dari El Nino

AKURAT.CO Pemerintah memastikan stok beras nasional 2026 berada dalam kondisi aman, meski dunia menghadapi ketidakpastian akibat potensi El Nino dan dinamika geopolitik global yang berisiko mengganggu rantai pasok pangan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan, bahwa produksi dan ketersediaan pangan nasional terus dipantau secara ketat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Berdasarkan data terbaru per awal Maret 2026, produksi beras Indonesia berada di atas kebutuhan konsumsi nasional. Rata-rata produksi beras nasional tercatat 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan, sementara konsumsi domestik sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Aman, Bulog Siap Jaga Stabilitas Harga
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai ketahanan pangan Indonesia masih kuat, bahkan memiliki cadangan yang cukup panjang untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah risiko cuaca ekstrem dan ketegangan global.
Stok Beras Nasional Capai 27,99 Juta Ton
Mentan Amran mengungkapkan bahwa total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Angka tersebut terdiri dari berbagai sumber cadangan pangan nasional.
Rinciannya meliputi stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok yang berada di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.
“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Mentan Amran dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Amran menambahkan bahwa produksi beras nasional tetap stabil bahkan pada beberapa periode bisa melonjak signifikan. “Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Amran.
Program Pompanisasi Diperluas
Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Salah satu kebijakan utama yang dilakukan adalah memperluas program pompanisasi lahan pertanian.
Menurut Amran, program tersebut sebelumnya telah menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian pada tahun lalu. Pada tahun ini, pemerintah akan menambah cakupan pompanisasi hingga 1 juta hektare lahan tambahan.
“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat irigasi perpompaan (irpom) untuk memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi selama musim kemarau. Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Produksi Pangan Tetap Stabil di Tengah Geopolitik Global
Di tengah ketegangan geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan dunia, pemerintah menilai kondisi produksi domestik masih cukup kuat.
Amran menegaskan bahwa Indonesia relatif tidak terlalu terpengaruh oleh gejolak global karena produksi pangan dalam negeri tetap stabil. “Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.
Dirinya juga memperkirakan stok beras pemerintah akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan, terutama saat memasuki periode panen raya di berbagai daerah. “Dalam dua bulan ke depan, stok beras pemerintah diperkirakan bisa mencapai 5 juta ton seiring masuknya hasil panen raya,” kata Amran.
Selain beras, pemerintah juga memastikan kondisi komoditas pangan strategis lainnya berada dalam situasi yang relatif aman. Amran menyebutkan bahwa komoditas ayam dan telur saat ini mengalami surplus produksi, sehingga tidak ada risiko kekurangan pasokan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, ketersediaan pupuk nasional juga dipastikan aman, bahkan harga pupuk tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujar Amran.
Amran optimistis berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan pemerintah dapat menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tantangan iklim dan ekonomi global. “Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











