Akurat
Pemprov Sumsel

PTPN IV Perkuat Pengendalian Keuangan Lewat Sistem ICoFR

Esha Tri Wahyuni | 11 Maret 2026, 23:13 WIB
PTPN IV Perkuat Pengendalian Keuangan Lewat Sistem ICoFR
PTPN IV PalmCo memperkuat pengendalian laporan keuangan melalui sistem ICoFR guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta memitigasi risiko salah saji dan fraud.

AKURAT.CO PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat transformasi tata kelola perusahaan dengan menerapkan secara penuh sistem Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) sepanjang 2025.

Sistem ini diterapkan untuk memastikan keandalan laporan keuangan sekaligus memperkuat manajemen risiko di perusahaan agribisnis milik negara tersebut.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, implementasi ICoFR menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya pengendalian internal yang kuat di seluruh lini organisasi perusahaan.

“Setiap angka dalam laporan keuangan harus mencerminkan proses bisnis yang benar-benar terkendali, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi bukan sekadar pencatatan administratif,” ujar Jatmiko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Sukseskan KDMP, PTPN IV PalmCo Gandeng 4 UMKM di Sumut

Program tersebut diterapkan di seluruh unit kerja perusahaan, mulai dari operasional kebun dan pabrik hingga fungsi pengawasan internal. Dalam implementasinya, PTPN IV juga melibatkan auditor eksternal untuk memastikan sistem pengendalian berjalan efektif sesuai standar tata kelola perusahaan.

Langkah ini menjadi penting di tengah tuntutan transparansi yang semakin tinggi terhadap badan usaha milik negara (BUMN). PTPN IV PalmCo sendiri merupakan bagian dari holding perkebunan PTPN Group yang mengelola bisnis kelapa sawit nasional dengan luas lahan ratusan ribu hektare dan jaringan operasional di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Jatmiko, penguatan sistem pengendalian internal tidak semata untuk memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis perusahaan di tengah dinamika industri agribisnis global.

“Kepercayaan pemangku kepentingan sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola. Karena itu, transformasi ini diarahkan agar perusahaan tidak hanya unggul dalam operasional, tetapi juga kokoh dari sisi manajemen risiko dan akuntabilitas,” katanya.

Dalam praktiknya, sistem ICoFR mencakup berbagai proses yang berpengaruh langsung terhadap laporan keuangan perusahaan. Proses tersebut meliputi pencatatan pendapatan, produksi, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, hingga proses penutupan laporan keuangan.

Perusahaan terlebih dahulu mengidentifikasi akun-akun yang memiliki pengaruh signifikan terhadap neraca dan laporan laba rugi. Dari proses tersebut, kemudian dirancang berbagai mekanisme kontrol untuk memastikan setiap transaksi tercatat secara akurat serta dapat ditelusuri dalam proses audit.

Implementasi sistem pengendalian dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perancangan kontrol, penerapan dan pemantauan berkelanjutan, evaluasi efektivitas, hingga perbaikan apabila ditemukan kelemahan dalam sistem.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Salurkan Rp270 Juta ke Keluarga Risiko Stunting di Paser Kaltim

Pada tahap evaluasi, perusahaan melakukan pengujian terhadap desain kontrol dan pelaksanaannya dalam kegiatan operasional sehari-hari. Langkah ini bertujuan memastikan mekanisme pengawasan tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga efektif saat diterapkan di lapangan.

PTPN IV juga memetakan dua potensi risiko utama yang dapat memengaruhi kualitas laporan keuangan, yakni risiko salah saji dan risiko kecurangan (fraud). Salah saji dapat terjadi akibat kesalahan perhitungan, klasifikasi akun yang tidak tepat, maupun proses peninjauan yang kurang memadai.

Sementara itu, risiko fraud biasanya berkaitan dengan tekanan atau peluang yang memungkinkan manipulasi data keuangan.

Untuk memitigasi risiko tersebut, perusahaan menerapkan sejumlah mekanisme pengendalian, seperti verifikasi berlapis terhadap pencatatan transaksi, pembatasan akses terhadap sistem keuangan, serta proses rekonsiliasi rutin terhadap rekening perusahaan.

Seluruh proses bisnis dan pengendalian tersebut didokumentasikan secara sistematis sehingga dapat ditelusuri dalam proses audit internal maupun eksternal.

Penguatan sistem pengendalian internal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di tingkat manajemen perusahaan. Dengan laporan keuangan yang lebih andal dan bebas dari salah saji material, manajemen memiliki dasar yang lebih kuat dalam merumuskan strategi bisnis, mengelola biaya operasional, serta mengoptimalkan pengelolaan aset perusahaan.

Sebagai konteks, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu industri strategis nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor minyak sawit dan turunannya mencapai sekitar US$ 30 miliar pada 2024, menjadikannya salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia.

Dalam industri yang memiliki skala bisnis besar dan rantai pasok kompleks, penguatan sistem pengendalian keuangan menjadi aspek krusial untuk menjaga kredibilitas laporan keuangan serta meningkatkan kepercayaan investor dan regulator.

PTPN IV PalmCo juga berencana memperkuat budaya evaluasi mandiri terhadap sistem pengendalian, memperbarui peta risiko secara berkala, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan berkelanjutan.

Perusahaan berharap implementasi ICoFR tidak berhenti sebagai program kepatuhan semata, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Bagi PTPN IV PalmCo, penerapan penuh sistem pengendalian laporan keuangan tersebut menjadi fondasi penting dalam agenda transformasi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan kepercayaan investor, regulator, dan masyarakat terhadap kinerja korporasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.