Akurat
Pemprov Sumsel

Lazada Ungkap Pergeseran Perilaku Konsumen Saat Ramadan 2026: dari Hemat ke Value Oriented

Esha Tri Wahyuni | 27 Maret 2026, 18:10 WIB
Lazada Ungkap Pergeseran Perilaku Konsumen Saat Ramadan 2026: dari Hemat ke Value Oriented
Konsumen Lazada

AKURAT.CO Perubahan paling mencolok dalam Ramadan tahun ini adalah pergeseran orientasi konsumen. Jika sebelumnya belanja identik dengan diskon besar, kini konsumen cenderung mempertimbangkan kualitas dan nilai guna produk.

Head of Operations and Business Growth Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, menegaskan bahwa Ramadan memang selalu menjadi periode dengan lonjakan permintaan. Namun, tahun ini menunjukkan dinamika berbeda.

“Selama Ramadan, LazMall mengalami peningkatan penjualan hingga 3,5 kali lipat dibandingkan hari biasa, yang juga mencerminkan tren di keseluruhan platform,” ujar Amelia dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: Cara Mendapatkan Keuntungan Besar dari Lazada Affiliate di 2026, Strategi Jitu ala Afiliator Sukses

Dirinya menambahkan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari preferensi konsumen yang semakin matang dalam memilih produk. Konsumen kini lebih selektif dan berani mengalokasikan anggaran lebih besar untuk produk berkualitas.

Momentum THR Jadi Katalis Lonjakan Transaksi

Puncak aktivitas belanja terjadi pada minggu kedua Ramadan, bertepatan dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Momen ini menjadi katalis utama dalam meningkatkan daya beli masyarakat.

“Memasuki minggu kedua Ramadan, aktivitas belanja mencapai puncaknya, seiring dimulainya periode penerimaan THR yang dimanfaatkan konsumen untuk memenuhi kebutuhan puasa sekaligus persiapan Idulfitri,” kata Amelia.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa THR tidak hanya digunakan untuk konsumsi dasar, tetapi juga untuk upgrade gaya hidup, termasuk pembelian barang bernilai lebih tinggi.

Fashion Jadi Raja: Naik 5 Kali Lipat

Kategori fashion menjadi sektor dengan pertumbuhan paling agresif selama Ramadan 2026. Lonjakan hingga 5 kali lipat dibandingkan hari biasa menunjukkan kuatnya korelasi antara momen keagamaan dan kebutuhan penampilan.

“Pertumbuhan kategori fashion didorong oleh kenaikan nilai pesanan pada produk pria, wanita, anak-anak, hingga olahraga,” jelas Amelia.

Amelia juga menambahkan bahwa pembelian fashion tidak lepas dari konteks sosial Ramadan.

“Produk fashion erat kaitannya dengan suasana perayaan, mulai dari buka bersama hingga persiapan Idulfitri. Konsumen ingin tampil lebih percaya diri saat berkumpul dengan keluarga dan komunitas,” ujarnya.

Kebutuhan Rumah Tangga dan Gaya Hidup Ikut Melonjak

Selain fashion, kategori kebutuhan rumah tangga mencatat pertumbuhan signifikan hingga 4,5 kali lipat. Ini mencerminkan peningkatan fokus konsumen pada kenyamanan selama menjalani ibadah puasa.

Permintaan tinggi juga terjadi pada produk kecantikan, groceries, serta ibu dan anak. “Kami melihat peningkatan perhatian konsumen dalam merawat diri dan keluarga agar dapat menjalani Ramadan dengan lebih optimal,” kata Amelia.

Tren ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.

Elektronik Naik 4 Kali: THR Dipakai untuk Upgrade Gadget

Kategori elektronik juga mengalami lonjakan signifikan hingga 4 kali lipat. Produk seperti smartphone, tablet, hingga televisi menjadi incaran utama.

“Nilai belanja per konsumen meningkat tajam, mencerminkan minat untuk meningkatkan kenyamanan hidup,” ujar Amelia.

Dirinya menambahkan bahwa konsumen semakin cermat dalam memanfaatkan THR. “Konsumen menggunakan THR untuk meng-upgrade perangkat elektronik yang mendukung hiburan sekaligus produktivitas sehari-hari,” katanya.

Tren ini memperlihatkan bahwa belanja elektronik kini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas hidup, bukan sekadar kebutuhan sekunder.

Belanja Mobil Online Naik 2,5 Kali: Era Baru E-Commerce Premium

Salah satu indikator paling kuat dari kenaikan kelas konsumen adalah meningkatnya transaksi produk bernilai tinggi, termasuk kendaraan.

Penjualan mobil baik konvensional maupun listrik (EV) di platform Lazada tercatat naik hingga 2,5 kali lipat.

“Pembelian mobil merupakan bentuk belanja premium tertinggi. Hal ini dimungkinkan berkat kehadiran distributor resmi dari brand otomotif ternama,” jelas Amelia.

Dirinya menegaskan bahwa kepercayaan konsumen terhadap e-commerce semakin kuat.

“Pengalaman membeli kendaraan secara online kini terasa lebih mulus karena adanya jaminan produk autentik dan layanan resmi,” tambahnya.

Strategi Promo dan Kolaborasi Brand Jadi Kunci

Keberhasilan kampanye Ramadan 2026 tidak terlepas dari strategi kolaboratif antara platform dan brand.

Lazada menekankan pentingnya menghadirkan promo yang relevan dan pengalaman belanja yang menyenangkan.

“Kesuksesan selama Ramadan merupakan hasil kolaborasi erat antara Lazada dan mitra brand untuk menyediakan produk autentik dan berkualitas,” ujar Amelia.

Dirinya menambahkan bahwa berbagai penawaran selama Ramadan membantu konsumen memenuhi kebutuhan dengan lebih mudah.

“Deals dan promo yang kami tawarkan membantu pelanggan menyambut Idulfitri dengan lebih praktis,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.