Kemenhub Percepat Pengembangan Water Taxi dan Dermaga di Bali

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Pulau Bali.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas di Provinsi Bali melalui pengembangan water taxi dan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.
Terkait rencana pengembangan water taxi, Menhub Dudy menyatakan, merupakan solusi alternatif dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, serta udara, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Badung.
Baca Juga: Usut Tuntas Korupsi dalam Proyek-proyek DJKA Kemenhub
Saat ini, PT. ASDP Indonesia Ferry sedang melakukan penyusunan studi Detail Engineering Design (DED). Adapun pekerjaan konstruksi, akan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 hingga Juli 2027
“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan Water Taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit,” kata Dudy dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI dikutip, Kamis (9/4/2026).
Sementara itu, terkait pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Dudy mengatakan, Dermaga I Pelabuhan Celukan Bawang direncanakan akan melayani kegiatan sandar kapal general cargo dan aspal curah cair, dengan pengembangan tambahan panjang dermaga 92 meter.
Sedangkan Dermaga II akan menjadi dermaga multipurpose yang melayani penumpang, general cargo, serta curah kering, dengan rencana pengembangan tambahan panjang dermaga 60 meter.
Hal tersebut merupakan hasil dari evaluasi yaitu diperlukan pelabuhan alternatif agar kendaraan berat, besar, serta kecil tidak bercampur.
Selain itu, sebagai salah satu solusi jangka pendek, Kemenhub juga meminta Pelindo melakukan pengembangan pelabuhan khususnya di Ketapang, dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Kemenhub: Masih Dalam Pembahasan
“Kami harap bisa mendapat wilayah sebagai pelabuhan pasangan yang menerima kapal dari Ketapang. Kami harap juga bisa mendapat wilayah buffer zone sebagai salah satu solusi alternatif untuk mengatasi flow arus kendaraan yang begitu besar. Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri akan berdampingan,” ujar Dudy.
Lebih lanjut, Dudy berharap, langkah-langkah strategis yang telah disiapkan dapat segera terlaksana guna memperkuat konektivitas, mendukung mobilitas penumpang dan distribusi logistik yang lebih efisien.
“Dan juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi di kawasan pariwisata,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









