KAI Gandeng Pelindo Kembangkan Dryport Batang, Tekan Biaya Logistik

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), dan Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang menandatangani Nota Kesepahaman untuk pengembangan logistik berbasis rel di Dryport Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun sistem logistik yang lebih terintegrasi, sekaligus menjawab tantangan biaya logistik nasional yang masih tinggi. Dengan pendekatan berbasis rel, distribusi barang diharapkan menjadi lebih efisien, terukur, dan kompetitif.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pengembangan dryport di Batang menjadi bagian dari arah besar pembangunan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi dari kawasan industri hingga ke pelabuhan.
Baca Juga: PT KAI Buka Rekrutmen Besar-besaran, Lulusan SMA hingga S1 Siap-siap Melamar
“Di Batang ini akan tumbuh kawasan industri yang terhubung dengan kota mandiri. KAI hadir sebagai pengangkut dari dryport menuju pelabuhan, dan di ujungnya Pelindo memastikan konektivitas ke pasar global. Dengan integrasi ini, kita dorong biaya logistik turun dan lebih kompetitif,” kata Bobby, Selasa (21/4/2026).
Bobby menambahkan bahwa saat ini biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 15% hingga di atas 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara standar global berada di kisaran 7–8%. Kondisi ini menjadi ruang perbaikan yang besar bagi peningkatan daya saing industri nasional.
“Kalau kita bisa menurunkan biaya logistik secara signifikan, maka biaya produksi industri juga akan ikut turun. Dampaknya langsung terasa pada daya saing produk Indonesia di pasar global,” tambahnya.
Upaya tersebut diperkuat dengan strategi peningkatan kapasitas angkutan. KAI saat ini mengoperasikan gerbong dengan kapasitas rata-rata 50 ton per gerbong, dan sedang ditingkatkan menjadi 70 ton. Dengan satu rangkaian hingga 60 gerbong, kapasitas angkut dapat mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan.
Selain itu, KAI juga menyiapkan pengembangan jalur langsung menuju pelabuhan untuk mengurangi hambatan operasional.
Saat ini, distribusi menuju Pelabuhan Tanjung Priok masih memanfaatkan jalur eksisting dengan keterbatasan waktu operasional sekitar lima jam per hari. Dengan jalur langsung, distribusi barang akan menjadi lebih fleksibel dan efisien.
Di sisi lain, KAI juga melihat potensi besar di Jawa sebagai pusat pergerakan logistik nasional. Sekitar 60% aktivitas logistik Indonesia berada di Pulau Jawa, dengan nilai biaya logistik yang diperkirakan mencapai Rp2.400–2.500 triliun per tahun. Efisiensi 30% saja dapat menghasilkan penghematan hingga sekitar Rp1.000 triliun.
Pengembangan Dryport KEK Industropolis Batang juga diarahkan sebagai pusat konsolidasi logistik di Jawa Tengah. Berdasarkan kajian internal, pergerakan kontainer di wilayah ini mencapai sekitar 10 juta per tahun dan diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri.
“Dryport ini kami dorong menjadi agregator logistik, selain melayani kawasan Batang juga melayani wilayah Jawa Tengah secara luas. Dengan jaringan lebih dari 600 stasiun yang dimiliki KAI di Pulau Jawa, potensi distribusi berbasis rel sangat besar,” tutur Bobby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








