Akurat Logo

Swasembada Beras Bukan Manipulasi Data, Mentan: Silakan Cek Stok Beras Langsung di Gudang

Moehamad Dheny Permana | 26 April 2026, 10:20 WIB
Swasembada Beras Bukan Manipulasi Data, Mentan: Silakan Cek Stok Beras Langsung di Gudang
Mentan Amran Sulaiman.

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan, capaian swasembada beras Indonesia pada 2025 bukan hasil manipulasi data.

Ia menyebut, peningkatan produksi beras juga dikonfirmasi oleh lembaga internasional.

Menurutnya, data dari Food and Agriculture Organization mencatat produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton.

Sementara United States Department of Agriculture mencatat angka produksi sebesar 34,6 juta ton pada 2025. Angka tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik.

“FAO mencatat 35,6 juta ton, USDA 34,6 juta ton. Artinya data ini saling menguatkan,” ujar Amran, dikutip Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan produksi beras merupakan hasil dari berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pembangunan irigasi, pompanisasi, perbaikan benih, hingga program cetak sawah baru.

Melalui program pompanisasi, luas tanam padi meningkat signifikan.

Lahan tadah hujan yang sebelumnya hanya panen sekali dalam setahun kini dapat panen dua kali, sehingga tidak lagi bergantung pada musim hujan.

Dari pompanisasi pada lahan seluas 1 juta hektare, produksi dapat meningkat hingga 5 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).

“Dari satu kali tanam menjadi dua kali. Kalau 1 juta hektare, bisa menambah 5 juta ton GKP,” jelasnya.

Selain itu, peningkatan produksi juga didorong oleh optimalisasi lahan rawa, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta program ekstensifikasi melalui pembukaan sawah baru seluas 200 ribu hektare.

Baca Juga: Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel, Pemerintah Percepat Penataan di Pasar Senen

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah juga memperbaiki berbagai sarana produksi, seperti menjamin ketersediaan pupuk subsidi, memperbaiki irigasi, serta menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Kebijakan tersebut berdampak pada penurunan biaya produksi dan meningkatnya semangat petani dalam menanam.

“Harga pupuk turun sekitar 20 persen, irigasi diperbaiki, pompanisasi berjalan, HPP naik. Petani merasakan langsung manfaatnya,” ujar Amran.

Ia menambahkan, berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai rekor tertinggi sebesar 125,45 pada Februari 2026.

“Ini data BPS, bisa dicek langsung,” katanya.

Di sisi lain, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga mencapai 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Amran bahkan mempersilakan publik untuk melakukan pengecekan langsung ke gudang-gudang beras di seluruh Indonesia.

“Silakan wartawan, pengamat, akademisi, bahkan mahasiswa untuk melihat langsung. Ini hasil kerja keras bersama,” tegasnya.

Pemerintah berharap capaian ini dapat terus dijaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.