Swasembada Beras Bukan Manipulasi Data, Mentan: Silakan Cek Stok Beras Langsung di Gudang

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan, capaian swasembada beras Indonesia pada 2025 bukan hasil manipulasi data.
Ia menyebut, peningkatan produksi beras juga dikonfirmasi oleh lembaga internasional.
Menurutnya, data dari Food and Agriculture Organization mencatat produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton.
Sementara United States Department of Agriculture mencatat angka produksi sebesar 34,6 juta ton pada 2025. Angka tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik.
“FAO mencatat 35,6 juta ton, USDA 34,6 juta ton. Artinya data ini saling menguatkan,” ujar Amran, dikutip Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan produksi beras merupakan hasil dari berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pembangunan irigasi, pompanisasi, perbaikan benih, hingga program cetak sawah baru.
Melalui program pompanisasi, luas tanam padi meningkat signifikan.
Lahan tadah hujan yang sebelumnya hanya panen sekali dalam setahun kini dapat panen dua kali, sehingga tidak lagi bergantung pada musim hujan.
Dari pompanisasi pada lahan seluas 1 juta hektare, produksi dapat meningkat hingga 5 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).
“Dari satu kali tanam menjadi dua kali. Kalau 1 juta hektare, bisa menambah 5 juta ton GKP,” jelasnya.
Selain itu, peningkatan produksi juga didorong oleh optimalisasi lahan rawa, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta program ekstensifikasi melalui pembukaan sawah baru seluas 200 ribu hektare.
Baca Juga: Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel, Pemerintah Percepat Penataan di Pasar Senen
Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah juga memperbaiki berbagai sarana produksi, seperti menjamin ketersediaan pupuk subsidi, memperbaiki irigasi, serta menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Kebijakan tersebut berdampak pada penurunan biaya produksi dan meningkatnya semangat petani dalam menanam.
“Harga pupuk turun sekitar 20 persen, irigasi diperbaiki, pompanisasi berjalan, HPP naik. Petani merasakan langsung manfaatnya,” ujar Amran.
Ia menambahkan, berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai rekor tertinggi sebesar 125,45 pada Februari 2026.
“Ini data BPS, bisa dicek langsung,” katanya.
Di sisi lain, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga mencapai 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Amran bahkan mempersilakan publik untuk melakukan pengecekan langsung ke gudang-gudang beras di seluruh Indonesia.
“Silakan wartawan, pengamat, akademisi, bahkan mahasiswa untuk melihat langsung. Ini hasil kerja keras bersama,” tegasnya.
Pemerintah berharap capaian ini dapat terus dijaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









