HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

AKURAT.CO Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Hal ini mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memperkuat hilirisasi sawit di sektor pangan.
Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satgas Pangan BPP HIPMI, M Hadi Nainggolan, mengatakan industri kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan utama pangan nasional.
Dari hulu hingga hilir, sawit telah berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi sekitar 280 juta penduduk Indonesia.
Menurutnya, kelapa sawit memiliki berbagai keunggulan sebagai bahan baku pangan, mulai dari harga yang kompetitif, produktivitas tinggi, pasokan stabil, hingga fleksibilitas penggunaan yang luas.
“Dari kelapa sawit kita menghasilkan berbagai macam produk turunan di bidang pangan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Ia menegaskan, luas perkebunan kelapa sawit Indonesia yang hampir mencapai 17 juta hektare harus dipandang sebagai kekuatan strategis.
Selain itu, produksi sawit yang tidak bergantung musim membuat pasokannya relatif stabil sepanjang tahun, sehingga memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
“Saya sepakat bahwa kelapa sawit adalah komoditas unggulan Indonesia yang harus dioptimalkan,” tegasnya.
Baca Juga: Swasembada Beras Bukan Manipulasi Data, Mentan: Silakan Cek Stok Beras Langsung di Gudang
Founder HANN Corp tersebut juga mendorong para pengusaha, khususnya anggota HIPMI, untuk tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah seperti TBS dan CPO, tetapi mulai masuk ke sektor hilirisasi guna menciptakan nilai tambah.
Selama ini, kelapa sawit telah menghasilkan berbagai produk pangan seperti minyak goreng, margarin, roti, kopi, cokelat, biskuit, hingga mentega putih (shortening).
Produk-produk ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumen dari sisi kualitas, stabilitas, hingga nutrisi.
“Saat ini banyak pengusaha HIPMI memiliki kebun sawit, namun masih sebatas menghasilkan bahan mentah. Hilirisasi perlu didorong,” ujarnya.
Ia juga mendorong kerja sama antara pelaku usaha dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk mempercepat hilirisasi melalui program pangan dan pengembangan industri.
“Kami mengajak BPDP untuk melangkah lebih jauh dengan menciptakan program inkubasi skala industri di sektor pangan,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan hilirisasi sawit akan memberikan dampak luas, mulai dari memperkuat ketahanan pangan nasional hingga membuka lapangan kerja baru.
HIPMI pun menargetkan setiap provinsi memiliki minimal satu pengusaha yang fokus mengembangkan hilirisasi sawit di sektor pangan.
“Harus ada pengusaha yang mampu mengolah sawit menjadi produk pangan bernilai tambah, seperti mentega hingga keju,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









