Suplai Turun, Harga Rumah Seken di Jabodetabek dan Kota Besar Lainnya Kompak Naik per Maret 2026

AKURAT.CO Harga rumah seken nasional mengalami kenaikan pada bulan Maret 2026 ditengah suplai rumah yang kembali menurun.
Berdasarkan Flash Report Rumah123 April 2026, harga rumah seken nasional naik sebesar 1,6% dibandingkan dengan bulan Februari 2026. Untuk wilayah Jabodetabek, Tangerang mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,7% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Peringkat Tangerang diikuti oleh Bekasi yang naik 1,2%, Jakarta 1,1%, dan Depok yang naik 1% dari bulan sebelumnya. Akan tetapi, kenaikan harga rumah seken tidak terjadi di Bogor. Sebab, rumah seken di kota hujan tersebut turun tipis 0,1% dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Rumah123: Harga Rumah Sekunder Naik 0,3 Persen di Oktober 2025
Lebih lanjut, untuk wilayah diluar Jabotabek, harga rumah seken juga mengalami kenaikan. Tercatat, harga ruman seken di Yogyakarta pada Maret 2026 naik signifikan sebesar 6,5% dari bulan sebelumnya.
“Yogyakarta secara historis mencatatkan pertumbuhan harga tahunan secara konsisten sejak Februari 2024 lalu, terutama setelah beroperasinya sebagian seksi rute tol Solo - Yogyakarta - NYIA Kulonprogo,” tulis laporan tersebut yang dikutip Akurat, Senin (27/4/2026).
Kenaikan harga rumah seken pada bulan Maret 2026 juga terjadi di Semarang dengan kenaikan 2,5%, Bandung 1,5%, dan Surakarta 1,2% dari bulan sebelumnya.
Berbanding terbalik dengan kota lainnya, pada bulan Maret 2026 harga rumah di Surbaya justru mengalami penurunan sekitar 0,8% dibandingkan bulan Februari 2026.
Di sisi lain, harga rumah seken di luar pulau Jawa juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data Rumah123, harga rumah seken di Denpasar dan Makassar mengalami kenaikan pada bulan Maret 2026.
Pada bulan Maret 2026, harga rumah seken di Denpasar dan Makassar naik 4,9% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun, harga rumah seken di Meda justru mengalami penurunan sebesar 2,8 pada bulan Maret 2026.
Suplai Alami Penurunan
Pada bulan Maret 2026, Rumah 123 juga mencatat adanya penurunan suplai rumah seken. Tercatat, penurunan suplai rumah seken berada diangka 2,6% dibandingkan bulan sebelumnya.
“Pertumbuhan suplai tahunan tercatat melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Suplai tercatat terkontraksi secara tahunan sepanjang Januari - Maret 2026 tercatat berkisar antara -9,2% - -7,8%.
"Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, pertumbuhan suplai tahunan tercatat sebesar 1,8% - 8,9%,” tulis laporan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








