PGN Gagas Sambut Kajian CNG, Siap Perluas Opsi Energi Gas Domestik

AKURAT.CO PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menyambut positif langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tengah melakukan kajian komprehensif terkait pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG).
Bagi Gagas, proses ini menjadi momentum penting untuk memperluas opsi pemanfaatan energi berbasis gas bumi domestik secara terukur dan berkelanjutan.
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menyampaikan bahwa pengembangan CNG perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkaya pilihan energi, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Asosiasi Dukung CNG sebagai Substitusi LPG, Tekankan Konsistensi Kebijakan
“Kami melihat ini bukan soal menggantikan satu energi dengan energi lain, melainkan memperluas pilihan. CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan arah kebijakan pemerintah,” kata Santiaji dalam
keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Selama lebih dari satu dekade, PGN Gagas telah menghadirkan CNG sebagai solusi energi untuk segmen industri, komersial, UMKM hingga transportasi.
Pada tahun 2025, PGN Gagas menyalurkan sekitar 4.656.449 MMBTU gas bumi melalui layanan CNG dan LNG (Liquefied Natural Gas) untuk berbagai segmen tersebut.
Dari sisi infrastruktur, PGN Gagas saat ini mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di 7 provinsi, dengan rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan per hari untuk layanan Gasku.
Sementara itu, layanan Gaslink untuk segmen industri, komersial, dan UMKM telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU sepanjang 2025.
Dengan dukungan fasilitas kompresi gas, armada Gas Transport Module (GTM), serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya, PGN Gagas memiliki fondasi operasional untuk mendukung pengembangan pemanfaatan CNG secara bertahap.
Pengembangan ini akan terus diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah, termasuk mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan pasar.
Pasokan gas bumi sebagai bahan baku CNG juga terintegrasi dengan jaringan infrastruktur PGN, sehingga mendukung pemanfaatan sumber daya energi domestik secara optimal.
PGN Gagas menegaskan bahwa kehadiran CNG merupakan bagian dari ekosistem energi nasional yang saling melengkapi.
“Semakin beragam pilihan energi yang tersedia, semakin kuat ketahanan energi kita sebagai bangsa. CNG hadir sebagai salah satu opsi yang melengkapi energi eksisting dalam kerangka bauran energi nasional,” ujar Santiaji.
PGN Gagas juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi aktif dengan Kementerian ESDM dan para pemangku kepentingan dalam proses kajian dan pengembangan kebijakan ke depan, termasuk dalam aspek teknis, distribusi, serta edukasi terkait pemanfaatan CNG.
“Kami siap berkontribusi secara optimal sebagai mitra pemerintah, sesuai dengan kebutuhan dan arah kebijakan yang ditetapkan, dalam mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi nasional,” tambah Santiaji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








