Akurat Logo

Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di Gresik Serap Hingga 7.500 Tenaga Kerja

Idham Nur Indrajaya | 3 Mei 2026, 20:47 WIB
Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di Gresik Serap Hingga 7.500 Tenaga Kerja
Hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di KEK Gresik diproyeksikan menyerap hingga 7.500 tenaga kerja, dorong ekonomi inklusif dan daya saing industri nasional. dok. MIND ID

AKURAT.CO Pengembangan ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik diproyeksikan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja. Kehadiran proyek ini diharapkan memperkuat peran Gresik sebagai salah satu simpul pertumbuhan industri bernilai tambah yang mendorong penguatan ekonomi nasional.

Sinergi BUMN Dorong Ekosistem Hilirisasi Nasional

Melalui seremoni groundbreaking hilirisasi nasional tahap II oleh Danantara, ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan negara mulai dari MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, PINDAD DAN PELINDO.

Proyek yang dibangun mencakup fasilitas lini produksi brass mill dan brass cups berkapasitas 10.000 ton per tahun, serta pabrik manufaktur emas logam mulia berkapasitas 30 ton per tahun yang potensi total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 7.500 orang.

Baca Juga: Pentingnya Industri Mineral bagi Ekonomi Indonesia: Peran MIND ID, Hilirisasi, dan Penguatan Nilai Tambah

Baca Juga: Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

Penyerapan Tenaga Kerja dan Dampak Sosial

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan bahwa keberhasilan investasi industri sangat bergantung pada dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dari sisi serapan tenaga kerja dan stabilitas sosial.

"Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, karena kestabilan sosial dan penyerapan tenaga kerja akan menentukan seberapa baik hilirisasi ini terwujud di bumi pertiwi. Tentu, prioritas utama kita adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja Indonesia," ujar Emil Dardak saat menghadiri seremoni groundbreaking hilirisasi tahap II di KEK Gresik beberapa waktu lalu.

Emil menjelaskan bahwa hilirisasi di KEK Gresik telah bergerak ke produk turunan tingkat lanjut. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul pada tahap konstruksi, tetapi juga pada fase operasi dan pengembangan industri turunannya.

"Potensi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar, mencapai 7.000 orang lebih. Mereka akan tersebar di berbagai lini, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat, hingga fasilitas bahan baku amunisi di bawah Defend ID dan pengolahan emas oleh Antam," tuturnya dengan nada optimis.

Baca Juga: Bukukan Pendapatan 139 Triliun, Integrasi Hilirisisi MIND ID Dinilai Efektif

Baca Juga: MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan, Dorong Inovasi Sosial di Wilayah Operasional

Dorong Ekonomi Inklusif dan Daya Saing Global

Menurut Emil, penciptaan lapangan kerja ini juga berpotensi mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja daerah, sehingga pembangunan ekonomi ke depan semakin inklusif dan memberi peluang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

"Kami sangat mensyukuri adanya keberpihakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah Gresik dan Jawa Timur. Inilah tumpuan harapan kita agar Indonesia mampu berkompetisi di kancah global tanpa meninggalkan kesejahteraan masyarakat daerah," imbuh Emil.

Lebih lanjut, Emil menilai penyerapan tenaga kerja ini dapat memperkuat pemerataan manfaat ekonomi di Jawa Timur, termasuk kawasan Gerbangkertosusila yang kontribusinya signifikan terhadap perekonomian nasional. Ia menekankan strategi hilirisasi perlu dijalankan melalui kolaborasi agar manfaatnya tidak terpusat, tetapi menyebar ke berbagai sektor dan lapisan masyarakat.

"Hilirisasi tahap awal biarlah dirasakan oleh daerah penghasil di hulu. Di Jawa Timur, kita berfokus pada hilirisasi tahap lanjut yang bersifat multi-komoditas. Semangat kita adalah kolaborasi, memastikan kemajuan ini dirasakan bersama, bukan sendiri-sendiri," pungkasnya.


Baca Juga: KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global

Baca Juga: Prabowo: Hilirisasi Adaptif dan Berbasis Teknologi untuk Kepentingan Rakyat

FAQ

1. Apa itu hilirisasi tembaga dan emas?

Hilirisasi tembaga dan emas adalah proses pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah seperti kawat, pipa, atau logam mulia, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dibanding ekspor bahan mentah.

2. Di mana lokasi proyek hilirisasi ini?

Proyek ini berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik, Jawa Timur, yang menjadi pusat pengembangan industri terintegrasi.

3. Berapa jumlah tenaga kerja yang diserap?

Proyek hilirisasi ini diproyeksikan menyerap hingga 7.500 tenaga kerja, baik pada tahap konstruksi maupun operasional.

4. Perusahaan apa saja yang terlibat dalam proyek ini?

Proyek ini melibatkan sinergi sejumlah BUMN seperti MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, PINDAD, dan PELINDO.

5. Apa dampak hilirisasi bagi ekonomi daerah?

Hilirisasi dapat meningkatkan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat daya saing industri daerah di tingkat nasional maupun global.

6. Mengapa hilirisasi penting bagi Indonesia?

Hilirisasi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah, dan memperkuat struktur industri nasional.

7. Apa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar?

Masyarakat sekitar mendapatkan peluang kerja lebih luas, peningkatan keterampilan, serta dampak ekonomi yang lebih merata melalui aktivitas industri yang berkembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.