Dony Oskaria: Bos BUMN Harus Pimpin Langsung Eksekusi Transformasi, Bukan Cuma di Atas Kertas

AKURAT.CO Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti tingginya tingkat kegagalan transformasi perusahaan yang mencapai 70%.
Ia menegaskan, kepemimpinan CEO menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan perubahan di tubuh BUMN.
Pernyataan itu disampaikan dalam agenda Danantara CEO Program angkatan I pada Senin (4/5/2026).
“Seorang CEO harus tahu current situation dari perusahaannya dan dia mendesain future outlook dari perusahaannya,” ujar Dony dalam forum tersebut.
Baca Juga: BP BUMN dan KAI Percepat Santunan ke Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
Dony menjelaskan, pemimpin perusahaan tidak hanya dituntut memahami kondisi bisnis saat ini, tetapi juga harus mampu merumuskan arah strategis jangka panjang.
Visi tersebut, menurutnya, wajib dikomunikasikan secara jelas dan konsisten ke seluruh lapisan organisasi agar dapat diimplementasikan secara efektif.
Dony juga menekankan bahwa transformasi perusahaan membutuhkan kombinasi pendekatan top-down dan partisipasi internal.
“Perubahan hanya dapat dilakukan dengan dua cara. Nomor satu adalah top down approach. Orang berubah karena top down. Tetapi di saat yang sama perubahan itu harus dikomunikasikan untuk melakukan buy-in process,” jelasnya.
Data global menunjukkan, tingkat kegagalan transformasi korporasi memang tinggi. Laporan McKinsey & Company mencatat sekitar 70% program transformasi perusahaan tidak mencapai target yang ditetapkan.
Faktor utama kegagalan antara lain lemahnya kepemimpinan, resistensi organisasi, serta komunikasi yang tidak efektif.
Dalam konteks Indonesia, dorongan transformasi BUMN menjadi bagian dari agenda reformasi sejak era restrukturisasi pasca-krisis Krisis Finansial Asia 1997 hingga pembentukan holding BUMN lintas sektor dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah juga menargetkan BUMN sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan pembangunan infrastruktur.
Dony menegaskan, keberhasilan transformasi tidak cukup hanya melalui kebijakan di atas kertas. Ia menilai keterlibatan langsung pemimpin dalam eksekusi menjadi penentu utama.
“Dia memimpin sendiri eksekusi. 70 Persen daripada transformasi itu gagal. Hanya 30 persen yang berhasil. Kenapa? Key-nya apa? Pemimpin,” tegasnya.
Dony menambahkan, tanpa kepemimpinan yang aktif dan terlibat langsung, risiko kegagalan akan meningkat.
“Kalau dia tidak mampu memimpin sendiri eksekusi daripada transformasi yang dilakukan, transformasi akan fail,” lanjutnya.
Dampak dari kegagalan transformasi ini dinilai tidak hanya berhenti di level korporasi, tetapi juga berpengaruh terhadap kinerja keuangan negara dan pelayanan publik.
Sebab BUMN memiliki peran strategis dalam sektor energi, perbankan, hingga infrastruktur, sehingga efektivitas transformasi menjadi krusial bagi stabilitas ekonomi nasional.
Sebagai informasi, Kementerian BUMN mencatat kontribusi dividen BUMN terhadap negara mencapai ratusan triliun rupiah dalam beberapa tahun terakhir, menjadikan kinerja dan efisiensi BUMN sebagai indikator penting dalam APBN.
BP BUMN dan Danantara Indonesia, lanjut Dony, akan terus memperkuat kapasitas kepemimpinan di lingkungan BUMN melalui berbagai program pengembangan.
"Fokusnya mencakup penyelarasan visi, penguatan komunikasi organisasi, serta konsistensi dalam eksekusi strategi," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










