Akurat Logo

Lion Parcel Gandeng AstraPay Dorong QRIS di Mitra Agen

Esha Tri Wahyuni | 12 Mei 2026, 18:23 WIB
Lion Parcel Gandeng AstraPay Dorong QRIS di Mitra Agen
Lion Parcel

AKURAT.CO Digitalisasi transaksi di sektor logistik makin meluas. Lion Parcel menggandeng AstraPay untuk mempercepat implementasi pembayaran QRIS di jaringan mitra agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi ini diklaim mulai berdampak langsung terhadap peningkatan transaksi hingga pendapatan agen.

Chief Retail Officer, Febri Andika mengatakan, implementasi QRIS bukan sekadar menghadirkan metode pembayaran baru, tetapi menjadi bagian dari transformasi operasional di tingkat agen sebagai ujung tombak layanan logistik.

Baca Juga: Kisah Kurir Perempuan Lion Parcel: Bukti Nyata Emansipasi di Industri Logistik Indonesia

“Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya menghadirkan metode pembayaran digital, tetapi juga mendorong transformasi perilaku transaksi di tingkat agen. QRIS AstraPay memungkinkan proses pembayaran yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi,” ujar Febri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Lion Parcel, implementasi transaksi digital melalui QRIS AstraPay telah menunjukkan tren positif di lapangan.

Kinerja agen yang mengikuti program digitalisasi mengalami peningkatan aktivitas transaksi dan jumlah pelanggan, dengan kenaikan pendapatan agen tercatat lebih dari 10%.

Data tersebut menjadi sinyal bahwa integrasi layanan logistik dengan pembayaran digital mulai memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro di sektor distribusi dan pengiriman barang.

Sebagai bagian dari kerja sama, kedua perusahaan juga menjalankan program “Agen Lion Parcel Jagoan AstraPay” selama 6 bulan.

Program apresiasi berbasis performa itu telah menjangkau ratusan agen Lion Parcel di berbagai daerah, dengan 36 agen terbaik mendapatkan penghargaan untuk mendukung pengembangan bisnis mereka.

Chief Marketing Officer, Reny Futsy Yama menyebut, kolaborasi ini menjadi strategi AstraPay memperluas penggunaan QRIS di sektor riil sekaligus memperkuat inklusi keuangan UMKM.

“Kolaborasi dengan Lion Parcel memungkinkan kami menjangkau jaringan agen yang tersebar luas di seluruh Indonesia, sehingga dapat mendorong inklusi keuangan sekaligus mempercepat adopsi transaksi digital di tingkat UMKM,” kata Reny.

Kerja sama ini muncul di tengah pertumbuhan pesat transaksi digital nasional. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi QRIS sepanjang 2025 tercatat terus tumbuh dua digit seiring peningkatan jumlah merchant dan pengguna di sektor UMKM. 

Pemerintah dan regulator juga menjadikan digitalisasi pembayaran sebagai salah satu strategi memperkuat efisiensi ekonomi domestik dan memperluas akses keuangan masyarakat.

Di sektor logistik, digitalisasi pembayaran dinilai semakin penting karena tingginya volume transaksi harian di tingkat agen. Penggunaan QRIS memungkinkan pembayaran lebih cepat dan mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, terutama pada layanan pengiriman ritel yang melibatkan transaksi bernilai kecil hingga menengah.

Selain implementasi pembayaran digital, Lion Parcel dan AstraPay juga menghadirkan edukasi bisnis bagi para agen. Materi pelatihan mencakup pengembangan usaha, literasi keuangan digital, hingga optimalisasi layanan berbasis teknologi.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat tantangan transformasi digital tidak hanya terletak pada adopsi teknologi, tetapi juga kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas pasar.

Lion Parcel menyebut penguatan ekosistem digital di jaringan agen akan terus dikembangkan ke depan.

Dengan dukungan ribuan mitra agen yang tersebar di Indonesia, perusahaan berharap integrasi pembayaran digital dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis berkelanjutan bagi pelaku usaha di sektor logistik nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.