Akurat Logo

BPDP Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pengembangan UMKM Sawit

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 13 Mei 2026, 18:38 WIB
BPDP Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pengembangan UMKM Sawit
Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit

AKURAT.CO Generasi muda memiliki peluang sebagai wirausaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)berbasis produk sawit karena Indonesia memiliki kelimpahan bahan baku sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia.

Potensi ini menjadi topik pembahasan dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit yang bertemakan “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang berlangsung di AKPY-Stiper, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai sangat strategis dalam mendorong generasi muda menjadi pelaku usaha sawit yang adaptif dan kolaboratif.

Baca Juga: Cangkang Sawit Jadi Primadona Biomassa Dunia, APCASI Dorong Insentif BPDP untuk PLTD

“Sangat menginspirasi sekali acara ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Majalah Sawit, BPDP, dan AKPY. Tema ini sangat strategis untuk mendorong Gen-Z agar adaptif dan kolaboratif dalam optimalisasi sawit secara berkelanjutan,” kata Bagus dalam acara tersebut, Rabu (13/5/2026).

Bagus menyampaikan, di sinilah peran generasi muda menjadi sangat penting. UMKM sawit dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor kerajinan, oleofood, energi, hingga pangan.

“Kami mendorong Gen-Z Preneur untuk mengembangkan produk yang memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing secara global,” tambahnya.

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Helmi Muhansah mengatakan, banyak program yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan industri sawit nasional.

Banyak sekali program-program yang bisa dinikmati Gen-Z dan generasi muda. Kalau teman-teman mau kuliah, BPDP punya program beasiswa dengan 42 kampus mitra BPDP untuk berbagai jenjang pendidikan mulai D3, D4, maupun S1,” ujar Helmi.

Helmi menambahkan, BPDP juga mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit. Ia menyebut sektor sawit memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dari ekspor nonmigas yang mencapai sekitar 9-10 persen.

Karena itu, pihaknya berharap generasi muda dapat terinspirasi menciptakan produk-produk inovatif berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Ia juga mencontohkan berbagai produk kreatif turunan sawit yang kini mulai berkembang di masyarakat.

“Sekarang lidi sawit sudah dibuat menjadi peci dari Aceh seperti yang saya pakai saat ini. Ada juga batik sawit yang didirikan oleh CV Smart batik. Kami berharap melalui program ini lahir inovasi UKM sawit lainnya,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Workshop, Qayuum Amri mengatakan workshop dapat terselenggara melalui kerja sama Majalah Sawit Indonesia yang didukung penuh oleh BPDP serta dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan AKPY-STIPER.

Dia mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan potensi usaha sawit kepada generasi muda, termasuk praktik pembuatan produk oleofood berbasis sawit yang akan dilaksanakan di INSTIPER Bakery Academy pada hari kedua kegiatan.

“Kami ingin menarik minat Gen Z agar menjadi penerus keberlanjutan sawit di masa depan. Mahasiswa akan diajak belajar langsung membuat produk oleofood berbasis sawit,” ucap Qayuum.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.