Akurat Logo

Forum RI-Rusia, Wamen ESDM Jajaki Investasi Energi Bersih hingga Nuklir 

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 14 Mei 2026, 20:28 WIB
Forum RI-Rusia, Wamen ESDM Jajaki Investasi Energi Bersih hingga Nuklir 
RI-Rusia jajaki investasi energi bersih ningga nuklir

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai negara mitra serta memperluas kerja sama strategis internasional, termasuk Federasi Rusia. 

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia–Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Kazan, Rusia, dengan sektor energi dan sumber daya mineral menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung turut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pertemuan yang dipimpin bersama First Deputy Prime Minister Federasi Rusia Denis Manturov. 

Baca Juga: Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Industri Strategis Termasuk Manufaktur HIngga Teknologi Industri

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis kedua negara untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas, termasuk energi dan sumber daya mineral.

Dalam pertemuan terbatas Co-Chairs SKB RI–Rusia, Yuliot menyampaikan sejumlah perkembangan kerja sama sektor energi antara Indonesia dan Rusia. 

Pembahasan mencakup tindak lanjut rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, perkembangan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, hingga kerja sama energi nuklir untuk tujuan damai.

Sementara itu, pada sesi Plenary Sidang Komisi Bersama ke-14 RI–Rusia, Yuliot menyoroti pentingnya penguatan investasi dan kerja sama teknologi energi antara Indonesia dan Rusia guna mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih.

Kerja sama di sektor energi (dengan Rusia) telah menghasilkan berbagai komitmen investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi dan kilang minyak, ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan, termasuk rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil.

"Hal ini sejalan dengan prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan energi, baik untuk bahan bakar minyak maupun listrik,” kata Yuliot dikutip, Kamis (14/5/2026).

Yuliot juga menekankan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong pengembangan energi bersih dan penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

“Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, ditetapkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 70 GW, dengan target 40 GW berasal dari energi baru terbarukan atau sebesar 62 persen dari total tambahan kapasitas. Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, ditargetkan pembangunan dua unit dengan total kapasitas 500 MW,” tambahnya.

Rangkaian pertemuan SKB ke-14 RI–Rusia tersebut menghasilkan Agreed Minutes yang memuat sejumlah tindak lanjut kerja sama sektor energi dan sumber daya mineral antara kedua negara. 

Pembahasan mencakup peluang kerja sama minyak dan gas bumi, LNG dan LPG, pengembangan energi baru terbarukan, pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, hilirisasi dan metalurgi mineral, hingga standardisasi industri migas dan energi.

Forum SKB RI–Rusia merupakan mekanisme kerja sama bilateral resmi antara Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia untuk membahas dan mengevaluasi perkembangan kerja sama di berbagai sektor strategis. 

Keterlibatan Kementerian ESDM dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi energi Indonesia guna mendukung ketahanan energi nasional, pengembangan hilirisasi industri, serta penguatan kerja sama teknologi dan investasi di sektor energi dan sumber daya mineral.net

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.