Akurat Logo

Komisi Ojol 8 Persen Berdampak ke Pendapatan, GoTo Yakin dengan Sokongan Ekosistem Grup

Idham Nur Indrajaya | 21 Mei 2026, 06:04 WIB
Komisi Ojol 8 Persen Berdampak ke Pendapatan, GoTo Yakin dengan Sokongan Ekosistem Grup
GoTo mengakui kebijakan komisi ojol 8% berdampak pada pendapatan GoRide. Namun perusahaan optimistis kekuatan ekosistem grup mampu menjaga pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan mitra driver. dok. GoTo

AKURAT.CO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), induk Gojek, ikut arahan Pemerintah terkait dengan pemangkasan bagi hasil ojol atau komisi antara mitra driver dengan aplikator, dari 20% untuk aplikator menjadi 8% dan untuk driver dari 80% menjadi 92%.

Manajemen menegaskan skema yang baru ini akan berdampak ke pendapatan, tetapi GoTo meyakini perusahaan didukung ekosistem yang dimiliki.

Direktur Utama Goto Hans Patuwo mengatakan kebijakan tersebut tentu akan memberikan tantangan dan berdampak terhadap pendapatan perusahaan terutama yang akan disumbang dari roda dua GoRide.

Selain akan melakukan penyesuaian skema sesuai amanat Perpres, Hans menyampaikan bahwa pihaknya akan akan mengoptimalkan lini-lini bisnis yang lain untuk mendukung perubahaan ini.

"GoTo adalah ekosistem yang terus bertumbuh. Layanan teknologi finansial, logistik/ pengantaran dan lini bisnis lainnya dalam GoTo berkembang dengan cepat dan baik. Perubahan skema bagi hasil pada layanan roda dua (GoRide) tentu akan memberikan tantangan dan berdampak terhadap penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis GoRide," kata Hans, dalam siaran pers yang diterima AKURAT.CO, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.

"Namun demikian, kami percaya kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh, sekaligus menjaga keunggulan layanan kami. Melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, kami optimis dapat melakukan penyesuaian dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang Gojek dan GoTo."

Baca Juga: Driver Ojol Sambut Positif Langkah Prabowo Pangkas Potongan Aplikator Jadi 8 Persen

Baca Juga: Lewat Sekolah Rakyat, Anak Pengemudi Ojol Bermimpi Bisa Kuliah di AS dan Jadi Data Analyst

GoRide Hemat Akan Disesuaikan dengan Skema Baru

Dalam konferensi pers tersebut manajemen GoTo juga menyampaikan langkah implementasi yang akan dilakukan segera selain dengan penyesuaian tarif komisi dan dukungan dari ekosistem. Salah satunya adalah penghapusan opsi program langganan Goride Hemat sesuai dengan aspirasi mitra driver. Nantinya program Goride Hemat ini tetap ada dengan skema komisi seperti Goride Reguler.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian perusahaan terhadap aturan baru terkait pembagian komisi ojol yang telah diarahkan pemerintah.

Program Mitra Driver Dipastikan Tetap Berjalan

Langkah lainnya adalah memastikan, program-program untuk para mitra driver yang telah dijalankan tidak akan terganggu.

Program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, paket sembako, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, Umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, dan pemeriksaan kesehatan gratis akan terus dilanjutkan.

GoTo menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kesejahteraan mitra pengemudi di tengah perubahan kebijakan komisi ojol yang baru. Dukungan ekosistem dinilai menjadi modal penting agar layanan tetap kompetitif sekaligus mempertahankan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Baca Juga: GoTo Dukung Regulasi Komisi Ojol 8 Persen, Cek Komitmen Perusahaan buat Mitra Driver

Baca Juga: Grab dan Gojek Kompak Hapus Program Langganan Hemat Demi Kesejahteraan Ojol

FAQ

Apa itu aturan komisi ojol 8%?

Aturan komisi ojol 8% merupakan kebijakan baru yang mengatur pembagian pendapatan antara aplikator dan mitra driver. Dalam skema baru ini, aplikator menerima 8% sedangkan mitra pengemudi mendapatkan 92% dari tarif perjalanan.

Apakah kebijakan komisi ojol 8% berdampak pada GoTo?

Ya, GoTo mengakui kebijakan tersebut akan berdampak terhadap pendapatan perusahaan, terutama pada lini bisnis GoRide yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pendapatan utama perusahaan.

Bagaimana strategi GoTo menghadapi penurunan pendapatan GoRide?

GoTo menyatakan akan mengoptimalkan kekuatan ekosistem bisnisnya, termasuk layanan teknologi finansial, logistik, dan pengantaran untuk menopang pertumbuhan perusahaan di tengah perubahan skema komisi ojol.

Apa yang terjadi dengan program GoRide Hemat?

Program GoRide Hemat tetap akan tersedia, namun skema komisinya akan disamakan dengan GoRide Reguler sesuai kebijakan baru dan aspirasi mitra driver.

Apakah program kesejahteraan driver Gojek akan dihentikan?

Tidak. GoTo memastikan berbagai program untuk mitra driver seperti Bonus Hari Raya, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa, paket sembako, hingga pemeriksaan kesehatan gratis tetap dilanjutkan.

Mengapa kebijakan komisi ojol menjadi perhatian publik?

Kebijakan komisi ojol menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan mitra driver, keberlanjutan bisnis aplikator, serta tarif layanan transportasi online di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.