Akurat Logo

AI Jadi Andalan Pertamina Dongkrak Efisiensi Bisnis Energi

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 25 Mei 2026, 12:58 WIB
AI Jadi Andalan Pertamina Dongkrak Efisiensi Bisnis Energi
Pertamina memanfaatkan AI dan machine learning untuk meningkatkan efektivitas operasi dari sektor hulu hingga hilir energi.

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) berkomitmen terus memperkuat transformasi digital melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan nilai bisnis baru salah satunya peningkatan efektivitas operasional perusahaan.

Tidak hanya sebatas pemanfaatan teknologi, digitalisasi melalui AI diarahkan untuk mampu memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis dan operasi perusahaan kedepan.

Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo mengatakan, Pertamina telah meyesuaikan arah transformasi digital perusahaan, dengan menempatkan value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).

Baca Juga: Viral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026, Pertamina: Tidak Benar

Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur, dan berdampak langsung terhadap bisnis.

“Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar USD300 juta pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami,” kata Sigit dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Menurut Sigit, implementasi AI di Pertamina tidak sekadar implementasi teknologi, melainkan solusi digital yang dikembangkan berdasarkan tantangan operasional yang dihadapi unit bisnis.

Melalui program Digital Factory, Pertamina juga melakukan pendalaman terhadap berbagai pain points bisnis sebelum menentukan teknologi yang tepat untuk digunakan, baik AI, machine learning, analytics, maupun solusi digital lainnya.

“Setelah konsep disepakati bersama bisnis, tim khusus atau squad akan mengembangkan MVP dan menghadirkan solusi digital analytics maupun AI tersebut. Selanjutnya, bisnis akan mengimplementasikan MVP tersebut, dan ketika terbukti berhasil, kami melakukan scale-up. Pada tahap itulah kami mulai merealisasikan nilai bisnis yang nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sigit menyatakan bahwa Implementasi AI dan digital analytics yang dijalankan Pertamina mulai menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, perusahaan berhasil menciptakan value creation lebih dari USD35 juta. Pada tahun 2025, Pertamina meningkatkan target menjadi USD50, dengan realisasi mencapai hampir USD80 juta.

Baca Juga: Pertamina Ungkap Potensi Migas Non-Konvensional RI Capai 11 Miliar Barel

Sementara di tahun 2026, masih menurut Sigit, Pertamina kembali menaikkan target value creation menjadi USD150 juta.

“Pada tahun 2026, kami juga mulai menerapkan KPI bagi unit bisnis untuk memastikan realisasi value creation dapat terukur dengan jelas. Itulah perjalanan yang sedang kami jalani saat ini,” tutur Sigit.

Tidak hanya itu, Sigit Pratopo menyampaikan, transformasi digital Pertamina juga dilakukan secara menyeluruh di seluruh rantai nilai energi perusahaan, mulai dari upstream, midstream, downstream.

Di sektor upstream, Pertamina telah memanfaatkan machine learning dan AI melalui program seperti ChanceX yang terbukti mampu meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi di salah satu basin hingga 10%.

Implementasi AI juga terus diperluas ke berbagai area strategis lain seperti drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai operasi hulu lainnya.

“Kami juga terus memperluas implementasi AI di berbagai operasi upstream, termasuk drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai area lainnya,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.