Akurat Logo

Misbakhun Sebut Harga Gabah Rp6.500 Jadi Game Changer Ekonomi Daerah

Esha Tri Wahyuni | 25 Mei 2026, 14:41 WIB
Misbakhun Sebut Harga Gabah Rp6.500 Jadi Game Changer Ekonomi Daerah
Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun menyebutkan intervensi pemerintah terhadap harga gabah berhasil mengubah arah permainan sektor pertanian

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyebutkan, kebijakan pemerintah membeli gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor pertanian nasional.

Menurut Misbakhun, intervensi pemerintah terhadap harga gabah berhasil mengubah arah permainan sektor pertanian di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Rp6.500 itu menjadi game changer,” kata Misbakhun dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Danantara Jadi Akselerator Proyek di Daerah, Misbakhun: Transformasi Ekonomi Berbasis Daerah Sedang Berlangsung

Misbakhun menjelaskan, sebelumnya harga gabah lebih banyak diserahkan kepada mekanisme pasar.

Namun pemerintah kemudian meminta Perum Bulog membeli gabah petani dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram untuk menjaga pendapatan petani.

Kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat di daerah karena sektor pertanian masih menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Selain pertanian, Misbakhun menyebut sektor jasa keuangan juga menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor keuangan akan menjadi jantung pembiayaan UMKM, nelayan, petani, hingga industri kreatif,” ujarnya.

Pemerintah saat ini masih mengalokasikan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) hampir Rp40 triliun per tahun untuk memperkuat pembiayaan usaha kecil dan menengah.

Data pemerintah menunjukkan sektor pertanian menjadi salah satu kontributor positif terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 di tengah perlambatan global.

Kebijakan harga pembelian pemerintah terhadap gabah sering digunakan untuk menjaga stabilitas pendapatan petani dan ketahanan pangan nasional.

Namun kali ini, pemerintah juga mendorong kebijakan tersebut sebagai instrumen penguatan konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Misbakhun mengatakan multiplier effect dari penguatan sektor pertanian akan semakin besar jika ditopang penyaluran kredit perbankan yang lebih agresif.

Karena itu, DPR mendorong perbankan meningkatkan pertumbuhan kredit menuju level double digit guna menopang investasi dan sektor riil.

“Pembiayaan yang kuat akan memberikan dorongan kepada semua jenis usaha, baik korporasi, konsumen maupun UMKM,” katanya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.